$SKHYNIX sejarah selalu mengejutkan karena kemiripannya

Saya sedang berpikir, mengapa setiap kali terjadi kehancuran, selalu ada bayangan Korea?

Krisis keuangan Asia 1997: perusahaan-perusahaan dan bank Korea memperluas ekspansi besar-besaran dengan pinjaman dolar AS. Saat investor asing menarik diri, likuiditas dolar AS terputus, dan Korea terpaksa menerima bantuan IMF.

Bui internet 2000: rakyat Korea ikut ramai-ramai menggoreng saham teknologi; KOSDAQ anjlok dalam hitungan bulan.

Krisis keuangan 2008: ketika AS mengalami ledakan kredit perumahan (subprime), bank-bank Korea memiliki utang valas yang tinggi, sehingga won Korea dan pasar saham dihantam keras.

2021 saham perusahaan Tiongkok (listing di luar negeri): dana Archegos milik investor keturunan Korea, Bil Hwang, meledak karena leverage yang tinggi, memicu beberapa bank investasi berlomba-lomba lebih dulu menjual.

2022 kripto: runtuhnya LUNA dan UST milik Do Kwon (Korea Selatan) menguap sekitar lebih dari 400 miliar dolar AS.

Selain itu ada “premium kimchi” untuk Bitcoin—pada puncaknya, harga BTC di Korea sekitar 30% lebih mahal dibanding luar negeri.

2026 peluang pasar memori: di balik Samsung dan SK Hynix, muncul lagi banyak dana berleveraj.

Korea bukan selalu menjadi titik awal setiap krisis, tetapi sering kali menjadi tempat di mana emosi pasar paling gila
dan leverage paling tinggi.