Menurut Lianhe Zaobao yang mengutip AFP, pemerintah India pada Selasa, 28 Juli, mengusulkan hukuman penjara yang lebih lama dan denda yang lebih tinggi bagi orang yang membocorkan soal ujian, setelah protes yang dipimpin kaum muda terkait ketimpangan pendidikan menyebar ke seluruh negeri. Dalam amandemen hukum yang diajukan ke parlemen, masa hukuman penjara maksimum untuk kebocoran soal akan berlipat menjadi 10 tahun, denda akan meningkat hingga USD 1 juta, dan proses persidangan akan dipercepat. Menteri pendidikan India, Pradhan, mengundurkan diri pekan lalu setelah berminggu-minggu protes. Menteri senior Singh mengatakan kepada majelis rendah bahwa amandemen yang diusulkan menegaskan komitmen pemerintah terhadap kesejahteraan siswa dan kaum muda serta dimaksudkan untuk membuat aturan lebih ketat, memastikan keadilan yang cepat, dan memulihkan kepercayaan pada ujian. Mahkamah Agung pada Selasa juga memerintahkan pembebasan semua pengunjuk rasa di bawah usia 18 tahun yang tidak memiliki catatan kriminal dan ditahan selama gerakan protes.