Pesan dari BNews: Analis valuta asing senior Mitsubishi UFJ Bank, Lloyd Chan, dalam laporan penelitiannya menyatakan bahwa, dipengaruhi oleh imbal hasil obligasi pemerintah AS yang terus tinggi serta situasi di Timur Tengah yang masih tegang, dolar AS dalam jangka pendek berpotensi mendapatkan dukungan. Ia mengatakan, keputusan Federal Reserve (The Fed) pekan ini kemungkinan menjadi katalis kunci bagi pasar. Meskipun tidak diperkirakan ada perubahan kebijakan, fokus perhatian pasar akan tetap tertuju pada panduan The Fed—yakni apakah para pengambil kebijakan masih cenderung mengetatkan kebijakan. Selain itu, Chan menambahkan bahwa isu tarif bea masuk AS kembali menjadi sorotan pasar, karena pemerintahan Trump berupaya membangun kembali kebijakan tarifnya. Sebelumnya, Mahkamah Agung AS pada awal tahun ini membatalkan langkah tarif setara global yang diajukan oleh Trump.
