Salah satu hal yang paling sering dianggap remeh tentang Walrus adalah asumsinya bahwa Anda akan menyesal di masa depan.
Kalimat ini terdengar aneh, tetapi ini adalah perasaan terbesar saya setelah memahami Walrus: desainnya mengasumsikan bahwa Anda akan menyesal melihat kembali ke masa lalu.
Kebanyakan sistem dirancang dengan asumsi bahwa Anda hanya peduli pada keadaan saat ini, masa lalu bisa dikompresi, digabungkan, dihapus, atau ditimpa. Namun, asumsi Walrus justru sebaliknya—ia mengasumsikan bahwa di masa depan Anda akan ingin tahu: mengapa menjadi seperti ini? Siapa yang mengubahnya? Kapan perubahan itu terjadi? Apa yang terjadi di tengah jalan?
Asumsi ini terlihat agak berlebihan saat ini, tetapi sangat sesuai dengan cara kerja dunia nyata. Di dunia nyata, yang paling penting bukan hasilnya, melainkan sebab-akibatnya. Untuk memahami suatu hal, Anda harus tahu bagaimana hal itu terjadi langkah demi langkah.
Walrus menjadikan 'penyimpanan sebab-akibat' sebagai tanggung jawab dasar sistem, bukan sebagai fitur tambahan. Artinya, ini bukan dirancang untuk efisiensi jangka pendek, melainkan untuk kemampuan penjelasan jangka panjang.
Desain semacam ini sering diejek sebagai 'kompleks', 'berlebihan', atau 'tidak praktis' di awal, tetapi begitu kompleksitas sistem meningkat, Anda akan menyadari bahwa sistem tanpa sejarah akan berubah menjadi kotak hitam.
Dan Walrus pada dasarnya berusaha mencegah sistem menjadi kotak hitam.


