傅海棠 tidak terburu-buru melakukan pembelian saat harga murah (抄底) pada babi hidup; inti utamanya adalah ketat mengikuti standar pembelian saat harga murah ala “resonansi penawaran-permintaan” yang selama ini konsisten ia pegang—bukan sekadar melihat penurunan harga. Di baliknya ada pemahaman sederhana tentang hukum ekonomi:

Hanya memenuhi satu syarat “harga murah dengan kerugian” tidaklah cukup. Agar pembelian saat harga murahnya benar-benar membentuk resonansi, perlu memenuhi banyak syarat sekaligus: “harga murah + stok rendah + seluruh industri mengalami kerugian mendalam + permintaan membaik + harga premium/selisih yang tinggi.” Dalam penurunan babi hidup kali ini, meski harga lesu dan perusahaan peternakan merugi, stok sosial masih berada pada level tinggi; pengurangan kapasitas belum tuntas. Kerugian di tahap awal belum cukup untuk benar-benar memaksa pemusnahan besar-besaran induk babi betina; industri juga belum benar-benar sampai pada tingkat “tidak ada yang mau melanjutkan usaha” (penutupan yang benar-benar terjadi di seluruh industri).

Pembersihan kapasitas (out-clearing) punya jeda waktu: barulah sakit, maka kapasitas baru benar-benar ditiadakan. Ia juga pernah menyatakan dengan jelas bahwa seruan kebijakan untuk pengurangan kapasitas tidak memberi peran nyata; hanya ketika pasar sudah benar-benar membuat pelaku usaha merasakan “sakit” (kerugian terasa di daging), barulah peternak secara aktif akan afkir induk betina dan keluar dari industri. Pada fase kerugian awal kali ini, besarnya kerugian masih terbatas, sehingga kapasitas belum benar-benar tersesuaikan; pola kelebihan pasokan tidak berubah secara mendasar. Dalam kondisi seperti ini, waktu untuk pembelian saat harga murah belum tepat.

Pergerakan pasar adalah sesuatu yang ditunggu, bukan sesuatu yang dibuat. Ini prinsip investasinya yang konsisten: tidak sering melakukan transaksi, hanya menunggu gelombang ekstrem yang pasti. Selama kontradiksi penawaran-permintaan belum benar-benar memuncak dan seluruh sinyal dasar (titik bawah) belum muncul, ia lebih memilih menunggu dengan posisi kosong daripada masuk lebih awal dan menanggung penurunan berkepanjangan di tengah perjalanan.

Tiga. Logika investasi utamanya

Perdagangan ala “all-in (梭哈)” ala傅海棠 terlihat agresif, tetapi pada dasarnya adalah investasi berlawanan arah berdasarkan fundamental industri; inti logikanya sangat sederhana:

1) Pemikiran “hukum alam (天道)”: jika harga komoditas dalam jangka panjang berada di bawah biaya seluruh industri, maka harga itu pasti akan kembali naik. Jika tidak, komoditas tersebut akan “punah”—ini merupakan hukum objektif yang tidak bisa dilanggar. Sebaliknya, jika harga sudah tinggi hingga seluruh industri gila-gilaan menambah kapasitas, maka harga pasti akan turun.

2) Survei lapangan sebagai yang utama: tidak percaya pada data di atas kertas maupun kabar pasar; ia sendiri turun ke sentra produksi, bertanya kepada petani/peternak, menghitung biaya, untuk menilai kondisi penawaran-permintaan yang sebenarnya.

3) Hanya bertindak pada situasi ekstrem: tidak ikut dalam perdagangan saat pasar bergejolak (sideways/berombak), hanya masuk ketika seluruh industri benar-benar sangat pesimis atau sangat euforia, untuk menangkap titik balik ketika “puncak ekstrem berbalik arah” (物极必反).