Mengapa banyak orang selalu membeli di puncak dan menjual di titik terendah?

Karena saat melihat kenaikan, mereka mengejar; saat melihat penurunan, mereka panik.

Orang yang benar-benar menghasilkan uang, melihat sinyal, bukan emosi.

Berikut 3 sinyal pasar yang sering saya perhatikan:

1、Palsu tembus
Harga menembus high sebelumnya tidak berarti tren pasti akan mulai.
Jika saat tembus volume transaksi tidak meningkat secara jelas, atau tidak mampu bertahan di posisi kunci, kemungkinan besar itu hanya jebakan untuk mengundang orang masuk.
Orang yang mengejar masuk biasanya justru menjadi “yang menanggung karung”.

2、Tahap akumulasi
Sebelum banyak tren kenaikan besar dimulai, pergerakannya sering terlihat sangat membosankan.
Harga bergerak datar, sentimen pasar rendah.
Namun jika muncul candle dengan sumbu bawah panjang lalu cepat ditarik kembali, atau setelah fase sideways muncul kenaikan dengan lonjakan volume yang tiba-tiba, itu menandakan ada dana yang diam-diam sedang masuk.
Peluang biasanya muncul saat tidak ada yang memperhatikan.

3、Sinyal puncak
Menghasilkan uang ada pada saat membeli; menjaga profit ada pada saat menjual.
Jika di posisi tinggi sering muncul candle dengan sumbu atas panjang, atau kenaikan jelas melambat tetapi volume tetap meningkat, sebaiknya lebih waspada.
Sebelum banyak penurunan besar terjadi, biasanya sinyal akan muncul lebih dulu.

Kebanyakan orang mengejar naik dan menjual saat turun, fokus pada fluktuasi harga;
sedikit orang yang mengamati struktur, mengelola posisi, dan menunggu kesempatan.
Pasar setiap hari memberi peluang.
Apakah kamu bisa memanfaatkannya, tergantung apakah yang kamu lihat adalah candlestick, atau logika di balik candlestick.

Jika kamu masih mengejar naik-jual-jatuh, atau tidak tahu cara menilai titik masuk dan titik keluar, datang ke ruang obrolan untuk berdiskusi dengan saya.@铭哥讲币圈