Sejak awal 2026, sekitar 100 proyek kripto telah menghentikan operasional, dan hanya pada bulan Juli beberapa platform besar sekaligus mengumumkan penutupan mereka. Gelombang negatif ini berdampak pada semua lapisan industri: mulai dari para veteran bursa hingga keuangan terdesentralisasi (DeFi) dan solusi infrastruktur.

Di antara kerugian paling mencolok pada bulan Juli adalah bursa legendaris BitMEX, yang mempopulerkan perpetual futures dan beroperasi sejak 2014. Hampir bersamaan, BitMart—bursa yang telah beroperasi hampir satu dekade dan sebelumnya berada di peringkat 20 besar berdasarkan volume—mengumumkan penghentian operasinya. Analis on-chain melaporkan adanya masalah penarikan dana setelah pengumuman penutupan

AscendEX menghentikan operasional pada 1 Juli. Bursa tersebut menjelaskan penutupan karena berlakunya regulasi Eropa MiCA, tidak adanya lisensi yang diperlukan, serta kesulitan finansial.

Bursa asal Belanda, Knaken, dinyatakan pailit berdasarkan keputusan pengadilan Rotterdam pada 16 Juli—sekitar €7 juta dana pelanggan tidak ditemukan. Salah satu bursa tertua di Eropa Timur, yang juga berorientasi pada pasar Rusia, yaitu EXMO—yang beroperasi sejak 2014—mulai melikuidasi bisnisnya pada 25 Juli akibat sanksi Inggris yang diberlakukan pada 26 Mei, serta sejumlah pembatasan lainnya.$DEXE $RIF