Minyak mentah telah jatuh dari $93,47 ke $83,39 dalam waktu yang sangat singkat.

Banyak orang akan melihat grafik dan bertanya-tanya apa yang berubah.

Jawabannya adalah premi risiko.

Minyak menguat karena pasar khawatir konflik di Timur Tengah akan mengganggu pasokan, terutama melalui Selat Hormuz, sebuah jalur yang menangani sekitar 20% pengiriman minyak global.

Ketika kekhawatiran itu mereda setelah ada tanda-tanda jeda dalam permusuhan AS-Iran dan ekspektasi terhadap gangguan pasokan yang berkepanjangan menurun, para trader dengan cepat membongkar posisi-posisi tersebut.

Kesimpulannya?

Pasar tidak hanya menghargai apa yang terjadi hari ini.

Mereka menghargai apa yang menurut mereka akan terjadi selanjutnya.

Saat skenario terburuk menjadi lebih kecil kemungkinannya, maka $90+ pun ikut turun.