Saya sudah diam-diam memperhatikan Babylon untuk beberapa saat, dan yang paling menonjol bagi saya bukanlah kebisingan di sekelilingnya, melainkan cara orang-orang mulai berubah setelah mereka merasa bisa ikut mengambil bagian. Awalnya, sering kali terlihat seperti rasa ingin tahu yang sederhana. Orang ingin memahaminya, melihat apa yang dilakukannya, dan memutuskan apakah itu benar-benar berarti sesuatu di luar omongan biasa.

Tapi saya terus melihat pola yang sama. Ketertarikan pelan-pelan berubah menjadi perhitungan. Pertanyaannya tidak lagi “apakah ini masuk akal?” melainkan “bagaimana caraku agar paling cocok di dalamnya?” Pergeseran itu tidak terasa meledak-ledak. Rasanya normal, bahkan nyaris tak terelakkan. Saya pikir itu mengatakan banyak tentang bagaimana sistem-sistem ini bekerja—atau mungkin tentang bagaimana orang-orang bekerja di dalamnya.

Saya mulai bertanya-tanya seberapa besar aktivitas ini benar-benar tentang keyakinan, dan seberapa besar tentang posisi. Hadiah selalu tampak memunculkan lapisan perilaku kedua. Pengakuan, akses, dan harapan untuk menjadi yang paling awal dapat membuat sesuatu terlihat lebih tulus daripada kenyataannya. Kadang partisipasi terasa nyata. Di lain waktu, partisipasi terasa diatur oleh insentif yang tidak ada orang yang berani menyebutkannya secara terang-terangan.

Saya tidak yakin saya sudah memahami bentuk lengkapnya. Mungkin memang begitu maksudnya. Untuk saat ini, saya hanya terus memperhatikan betapa cepat ketertarikan yang semula tenang bisa berubah menjadi rutinitas, dan betapa jarangnya siapa pun berhenti untuk bertanya siapa sebenarnya sistem itu dibangun untuk—bukan hanya untuk siapa pun.

@BabylonLabs_io #baby $BABY