Pasar minyak ambruk! Minyak AS dan Brent sama-sama anjlok lebih dari 7%—ada apa?$BZ $CL
Baru dibuka siang tadi, pasar minyak langsung bikin kaget—minyak AS dan minyak Brent pada perdagangan harian sama-sama turun lebih dari 7%. Minyak AS jatuh ke 82,73 dolar, sedangkan Brent tinggal 86,65 dolar. Penurunan segini, sudah lama tidak terlihat—rasanya seperti air terjun yang menghantam ke bawah.
Teman-teman yang bermain futures di grup sudah mulai mengumpat. Awalnya masih berharap permintaan musim panas bisa mendorong kenaikan, tapi setengah hari semuanya langsung dimuntahkan kembali. Kalau ditanya penyebabnya, di layar tidak terlihat ada kabar besar yang benar-benar mendadak. Tapi kalau dipikir-pikir, suasana pasar belakangan memang sudah tidak stabil: kekhawatiran akan perlambatan ekonomi global belum mereda, ditambah ada rumor bahwa OPEC+ mungkin akan mulai meningkatkan produksi secara bertahap. Dari sisi pasokan, “tali” yang mengencang mendadak kendor. Selain itu, beberapa minggu terakhir harga minyak cenderung stagnan—kali ini kemungkinan sentimen bearish yang terkumpul meledak sekaligus, lalu menyapu semua stop-loss.
Kejatuhan seperti ini dalam satu hari paling ditakuti adalah terjadinya pembalikan tren. Beberapa hari ke depan harus fokus pada dua hal: pertama, apakah pihak AS akan merilis data persediaan; kedua, apakah di Timur Tengah ada “kejadian aneh”. Kalau tidak ada kabar bagus yang benar-benar kuat untuk menopang, pergerakan minyak kali ini mungkin masih akan terus menguji ke bawah.
Buat saudara yang pegang posisi, jangan buru-buru buy the dip dulu—biarkan peluru terbang sebentar. Soalnya dengan besaran seperti ini, lembaga keuangan pun saling tikam satu sama lain; buat kita para trader ritel, paling aman dulu nonton saja.
Baru dibuka siang tadi, pasar minyak langsung bikin kaget—minyak AS dan minyak Brent pada perdagangan harian sama-sama turun lebih dari 7%. Minyak AS jatuh ke 82,73 dolar, sedangkan Brent tinggal 86,65 dolar. Penurunan segini, sudah lama tidak terlihat—rasanya seperti air terjun yang menghantam ke bawah.
Teman-teman yang bermain futures di grup sudah mulai mengumpat. Awalnya masih berharap permintaan musim panas bisa mendorong kenaikan, tapi setengah hari semuanya langsung dimuntahkan kembali. Kalau ditanya penyebabnya, di layar tidak terlihat ada kabar besar yang benar-benar mendadak. Tapi kalau dipikir-pikir, suasana pasar belakangan memang sudah tidak stabil: kekhawatiran akan perlambatan ekonomi global belum mereda, ditambah ada rumor bahwa OPEC+ mungkin akan mulai meningkatkan produksi secara bertahap. Dari sisi pasokan, “tali” yang mengencang mendadak kendor. Selain itu, beberapa minggu terakhir harga minyak cenderung stagnan—kali ini kemungkinan sentimen bearish yang terkumpul meledak sekaligus, lalu menyapu semua stop-loss.
Kejatuhan seperti ini dalam satu hari paling ditakuti adalah terjadinya pembalikan tren. Beberapa hari ke depan harus fokus pada dua hal: pertama, apakah pihak AS akan merilis data persediaan; kedua, apakah di Timur Tengah ada “kejadian aneh”. Kalau tidak ada kabar bagus yang benar-benar kuat untuk menopang, pergerakan minyak kali ini mungkin masih akan terus menguji ke bawah.
Buat saudara yang pegang posisi, jangan buru-buru buy the dip dulu—biarkan peluru terbang sebentar. Soalnya dengan besaran seperti ini, lembaga keuangan pun saling tikam satu sama lain; buat kita para trader ritel, paling aman dulu nonton saja.