Menjelang kehancuran besar pasar saham AS pada tahun 1929, Joseph Kennedy tua (ayah dari Presiden Kennedy) di jalanan Wall Street meminta seorang anak penggosok sepatu untuk menggosok sepatunya.

Saat menggosok sepatu, anak itu tidak hanya merekomendasikan saham kepadanya, tetapi juga dengan penuh semangat mengajarkan teknik investasi.

Kennedy langsung menyadari: ketika bahkan anak penggosok sepatu pun sedang membicarakan bagaimana mengeruk kekayaan dari pasar saham, berarti pembeli potensial terakhir sudah masuk.

Setelah kembali ke kantor, ia menjual habis semua saham yang ia pegang dan beralih untuk mengambil posisi short (menjual dengan harapan harga turun).

Beberapa bulan kemudian, pasar saham AS mengalami kehancuran terbesar dan paling mengerikan dalam sejarah. Kennedy tidak hanya lolos dari krisis, tetapi juga berhasil mengumpulkan kekayaan keluarga yang sangat besar.

Ketika euforia yang berlebihan telah menyebar sepenuhnya hingga ke kalangan non-profesional, itu sering kali berarti likuiditas pasar dan emosi sudah terkuras sampai batas maksimal.

Beli saat tak ada yang peduli, jual saat semua orang ramai-ramai

#黄金价格上涨