🚨 VOLATILITAS MINGGU DEPAN BISA MENJADI SESUATU YANG KITA LIHAT SAAT KEJATUHAN KARENA TARIF.
4 hal besar akan terjadi bersamaan, dan kebanyakan orang tidak memperhatikannya.
1) Reaksi tarif
Kemarin, AS mengumumkan gelombang terbaru tarif permanen berdasarkan Section 301, menetapkan tarif 10% hingga 12,5% untuk 60 mitra dagang.
Ini terjadi menjelang penutupan pasar, jadi responsnya tidak terlalu besar.
Tapi hal yang sama tidak akan terjadi minggu depan.
Negara lain bisa melakukan pembalasan, dan pasar saham bisa merasakan panasnya tarif lagi.
2) Perang AS-Iran
Perang AS dan Iran nyaris kembali ke level Maret 2026.
Hanya sedikit kapal tanker minyak yang melintasi Selat, dan harga minyak naik.
Saat ini terjadi untuk kali terakhir, pasar saham turun 10% dalam beberapa minggu.
3) Rapat FOMC
Pada Rabu, rapat FOMC akan berlangsung.
Sejak rapat FOMC terakhir, CPI dan PPI sudah turun, tetapi harga minyak kembali naik.
Artinya risiko inflasi kembali, dan The Fed tidak bisa mengabaikannya.
Jika ada sikap hawkish dalam dot plot The Fed, dan semuanya akan hancur.
4) Rapat BOJ
Yang ini bahkan lebih penting daripada FOMC.
Yen berada di level terlemahnya dalam 40 tahun, dan imbal hasil obligasi Jepang melonjak karena ketakutan akan inflasi.
Setiap isyarat adanya kenaikan suku bunga yang agresif atau intervensi dari BOJ bisa mengerek nilai yen, yang menyebabkan pembalikan carry trade besar-besaran.
Ingat Agustus 2024?
Pembalikan berikutnya bisa jauh lebih brutal.
4 hal besar akan terjadi bersamaan, dan kebanyakan orang tidak memperhatikannya.
1) Reaksi tarif
Kemarin, AS mengumumkan gelombang terbaru tarif permanen berdasarkan Section 301, menetapkan tarif 10% hingga 12,5% untuk 60 mitra dagang.
Ini terjadi menjelang penutupan pasar, jadi responsnya tidak terlalu besar.
Tapi hal yang sama tidak akan terjadi minggu depan.
Negara lain bisa melakukan pembalasan, dan pasar saham bisa merasakan panasnya tarif lagi.
2) Perang AS-Iran
Perang AS dan Iran nyaris kembali ke level Maret 2026.
Hanya sedikit kapal tanker minyak yang melintasi Selat, dan harga minyak naik.
Saat ini terjadi untuk kali terakhir, pasar saham turun 10% dalam beberapa minggu.
3) Rapat FOMC
Pada Rabu, rapat FOMC akan berlangsung.
Sejak rapat FOMC terakhir, CPI dan PPI sudah turun, tetapi harga minyak kembali naik.
Artinya risiko inflasi kembali, dan The Fed tidak bisa mengabaikannya.
Jika ada sikap hawkish dalam dot plot The Fed, dan semuanya akan hancur.
4) Rapat BOJ
Yang ini bahkan lebih penting daripada FOMC.
Yen berada di level terlemahnya dalam 40 tahun, dan imbal hasil obligasi Jepang melonjak karena ketakutan akan inflasi.
Setiap isyarat adanya kenaikan suku bunga yang agresif atau intervensi dari BOJ bisa mengerek nilai yen, yang menyebabkan pembalikan carry trade besar-besaran.
Ingat Agustus 2024?
Pembalikan berikutnya bisa jauh lebih brutal.
