Bayangkan ekonomi seperti sebuah sepeda:
- Inflasi 0% (Harga tetap): Sepeda berhenti di satu tempat.
- Inflasi sangat tinggi (Harga naik sangat cepat): Mobil meluncur tanpa rem, sangat berbahaya.
- Inflasi ringan 3-4% (Harga naik sedikit demi sedikit): Sepeda sedang dikayuh pelan-pelan maju ke depan.
Agar paham kenapa kenaikan harga yang sedikit (3-4%) ternyata lebih baik daripada harga yang tetap (0%), lihatlah apa yang akan terjadi pada psikologi semua orang
1. Saat Inflasi = 0% (Harga tidak pernah naik)
Bayangkan Anda sangat suka sebuah sepeda seharga 1 juta rupiah. Anda yakin sepenuhnya bahwa tahun depan harganya tetap 1 juta, dan tahun berikutnya juga tetap 1 juta.
- Apa yang akan Anda lakukan? Anda akan bilang: "Sudahlah, pelan-pelan nanti beli, tidak apa-apa kok, nggak usah buru-buru!"
- Apa yang terjadi selanjutnya? Karena semua orang berpikir seperti Anda, jadi tidak ada yang mau pergi membeli barang. Toko-toko tidak bisa menjual barang. Pabrik tidak bisa memproduksi sepeda lagi, jadi harus memberhentikan lebih banyak karyawan. Orang tua Anda kehilangan pekerjaan, tidak ada gaji.
Hasilnya: Harga tidak naik, tetapi ekonomi jadi "membeku", semua orang jadi ikut-ikutan miskin.
2. Saat Inflasi = 3-4% (Harga naik sedikit setiap tahun)
Sekarang, sepeda seharga 1 juta itu, setiap tahun akan naik sedikit (sekitar 30 - 40 ribu rupiah).
- Apa yang akan Anda lakukan? Anda akan berpikir: "Aduh, tahun depan sepedanya lebih mahal, harus langsung beli sekarang juga!"
- Karena semua orang memanfaatkan waktu untuk pergi membeli barang, toko-toko laku banyak. Pak pemilik pabrik melihat barang laris lalu merekrut lebih banyak karyawan dan menaikkan gaji mereka. Orang tua Anda memiliki pekerjaan yang stabil, pendapatan meningkat, dan kembali punya uang untuk membeli pakaian yang bagus, makanan yang enak untuk Anda.
Hasilnya: Harga naik sedikit membuat orang ingin menghabiskan uang hari ini, membantu pabrik-pabrik tetap beroperasi terus-menerus dan menciptakan lebih banyak lapangan kerja.
Inflasi 3-4% seperti "keran kecil" yang mendorong semua orang: "Bawalah uang untuk belanja dan berbisnis, jangan ditimbun terus!". Berkat itu, seluruh masyarakat bergerak bersama dan menjadi lebih kaya
Sumber: vanhaoinvest

