Undang-undang CLARITY menghadapi pertempuran politik dan perbankan sebelum pemungutan suara yang menentukan
Undang-undang CLARITY menghadapi tekanan yang meningkat sebelum pemungutan suara yang akan datang di Senat AS, di tengah perpecahan antara bank-bank dan perusahaan-perusahaan mata uang kripto, bahkan hingga di dalam sektor itu sendiri. Sebagian bank menolak beberapa ketentuan yang mengizinkan penerbit stablecoin memberikan imbal hasil kepada pengguna, sementara perusahaan-perusahaan seperti Coinbase dan Goldman Sachs memandang bahwa undang-undang tersebut akan memberikan kerangka regulasi yang jelas bagi pasar serta mendorong inovasi
Sebaliknya, klausul-klausul etis dan perselisihan politik menimbulkan kekhawatiran bagi sejumlah anggota parlemen, yang menyebabkan ekspektasi pengesahan undang-undang di platform Polymarket turun dari 46% menjadi 32,5%. Pemungutan suara yang akan datang sebelum libur Kongres pada Agustus dipandang sebagai tonggak penting yang dapat menentukan masa depan regulasi pasar mata uang kripto di Amerika Serikat#clarity