Semakin saya menerjemahkan dokumen resmi Babylon, semakin terasa bahwa yang seharusnya dijelaskan sekarang bukan berapa banyak kerja sama yang ditambah lagi, melainkan: “Trustless” itu mencakup lapisan yang mana.
Dalam materi promosi, disebutkan bahwa BTC tidak perlu keluar dari jaringan Bitcoin, tidak perlu melalui kustodian, lalu bisa memberikan keamanan untuk chain PoS—kedengarannya bersih. Tapi dalam dokumen operasional, tertulis jauh lebih rumit: begitu penyedia finalitas melakukan double-sign, BTC yang didelegasikan kepadanya akan masuk ke proses slashing/penalti. Resmi juga mengakui bahwa gangguan perangkat keras, bug perangkat lunak, atau masalah lain dapat membuat node yang “jujur” memicu risiko. Mekanisme pencegahan double-sign juga menuntut agar node Babylon Genesis yang terhubung dapat dipercaya dan merespons dengan normal, serta database lokal tidak rusak.
Ini menghadirkan masalah yang sangat realistis: jika pengguna tidak berbuat jahat, dan node pun belum tentu berbuat jahat, mengapa skenario terburuk tetap bisa jatuh pada BTC milik delegator?
Konsep “tidak perlu percaya” lebih mirip memindahkan kepercayaan dari pihak kustodian—ke perangkat lunak node, lingkungan operasinya, dan kedisiplinan/aturan operasional. Batas ini tidak seharusnya disembunyikan di kedalaman dokumen operasional; apalagi hanya disinggung sambil lalu dengan satu kalimat “non-custodial”.
Roadmap juga layak dipertanyakan. Pada 2025, resmi pernah menuliskan bahwa multi-staking dan rencana EVM mainnet akan tayang pada Q4, sementara rencana aplikasi likuiditas BTC ditargetkan meluncur pada Q1 2026; kemudian diubah menjadi “Vault-first”, dengan BSN dan EVM ditempatkan setelah Vault. Saat ini, hot topic resmi masih terutama berkisar pada kerja sama dan pengembangan testnet. Kerja sama bisa menambah ekspektasi, tetapi tidak bisa menggantikan pemenuhan produk.
Pihak resmi juga telah mengumumkan bahwa pada 30 Juli akan diadakan telepon kuartalan dengan para pendiri.
Saya berharap @BabylonLabs_io menjawab secara tegas: bagian mana saja yang masih membutuhkan trust/kepercayaan? Risiko salah-kena penalti (mis-slashing) ditanggung oleh siapa? Apakah fungsi yang tertunda memiliki jadwal waktu yang jelas?
Menjelaskan batas wewenang dengan terang jauh lebih penting daripada mengulang narasi besar sekali lagi.#baby $BABY
Dalam materi promosi, disebutkan bahwa BTC tidak perlu keluar dari jaringan Bitcoin, tidak perlu melalui kustodian, lalu bisa memberikan keamanan untuk chain PoS—kedengarannya bersih. Tapi dalam dokumen operasional, tertulis jauh lebih rumit: begitu penyedia finalitas melakukan double-sign, BTC yang didelegasikan kepadanya akan masuk ke proses slashing/penalti. Resmi juga mengakui bahwa gangguan perangkat keras, bug perangkat lunak, atau masalah lain dapat membuat node yang “jujur” memicu risiko. Mekanisme pencegahan double-sign juga menuntut agar node Babylon Genesis yang terhubung dapat dipercaya dan merespons dengan normal, serta database lokal tidak rusak.
Ini menghadirkan masalah yang sangat realistis: jika pengguna tidak berbuat jahat, dan node pun belum tentu berbuat jahat, mengapa skenario terburuk tetap bisa jatuh pada BTC milik delegator?
Konsep “tidak perlu percaya” lebih mirip memindahkan kepercayaan dari pihak kustodian—ke perangkat lunak node, lingkungan operasinya, dan kedisiplinan/aturan operasional. Batas ini tidak seharusnya disembunyikan di kedalaman dokumen operasional; apalagi hanya disinggung sambil lalu dengan satu kalimat “non-custodial”.
Roadmap juga layak dipertanyakan. Pada 2025, resmi pernah menuliskan bahwa multi-staking dan rencana EVM mainnet akan tayang pada Q4, sementara rencana aplikasi likuiditas BTC ditargetkan meluncur pada Q1 2026; kemudian diubah menjadi “Vault-first”, dengan BSN dan EVM ditempatkan setelah Vault. Saat ini, hot topic resmi masih terutama berkisar pada kerja sama dan pengembangan testnet. Kerja sama bisa menambah ekspektasi, tetapi tidak bisa menggantikan pemenuhan produk.
Pihak resmi juga telah mengumumkan bahwa pada 30 Juli akan diadakan telepon kuartalan dengan para pendiri.
Saya berharap @BabylonLabs_io menjawab secara tegas: bagian mana saja yang masih membutuhkan trust/kepercayaan? Risiko salah-kena penalti (mis-slashing) ditanggung oleh siapa? Apakah fungsi yang tertunda memiliki jadwal waktu yang jelas?
Menjelaskan batas wewenang dengan terang jauh lebih penting daripada mengulang narasi besar sekali lagi.#baby $BABY
