🚨 Perubahan Baru pada Jalur Ekspor Minyak Saudi Melalui Terusan Suez

Jalur ekspor minyak Saudi kini menghadapi perubahan berturut-turut akibat ketegangan geopolitik di kawasan tersebut.

Setelah terganggunya pelayaran melalui Selat Hormuz, Arab Saudi mengalihkan sekitar 70% ekspornya ke pelabuhan Yanbu di Laut Merah sebagai solusi alternatif. Namun setelah pengumuman kelompok Houthi tentang pengepungan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Arab Saudi dan penargetan dua kapal tanker milik Saudi—Encelia dan Layla—Kerajaan tersebut terpaksa mengarahkan kembali pengiriman.

Jalur Baru:
Yanbu ➡️ Terusan Suez ➡️ Laut Mediterania ➡️ Mengitari Afrika ➡️ Asia

⏳ Dalam kondisi normal, perjalanan dari Yanbu ke Taiwan memakan waktu sekitar 19 hari, tetapi saat ini bisa mencapai kurang lebih 48 hari, dengan biaya bahan bakar meningkat lebih dari dua kali lipat, ditambah biaya transit Terusan Suez.

🔄 Selain itu, tiga kapal tanker minyak milik Arab Saudi telah mengubah arah di Laut Merah dan menuju Terusan Suez alih-alih rute sebelumnya.

📢 Aramco Saudi juga bekerja untuk menyediakan opsi pemuatan tambahan melalui Terminal Sidi Kerir di Mesir, di Laut Mediterania, sebagai solusi alternatif baru untuk mengatasi pembatasan yang ada.

📌 Kesimpulan:
Minyak masih terus mengalir, tetapi kini jauh lebih lambat dan jauh lebih mahal, dengan tambahan sekitar 4 minggu pada waktu kedatangan pengiriman yang menuju Asia.
$BTC $XAU $CL
#Nasdaq100FallsInBackToBackWeeklyLoss
#BitcoinHoldsNear65400
#BrentCrudeTops100