Dari dimensi evolusi teknologi, Web3 sedang mengalami transformasi “perbackendan” (back-ending). Dulu, kita terjebak pada perdebatan tentang apakah DEX (decentralized exchange) menggunakan model AMM atau order book, sedangkan sekarang, volume perdagangan DEX berperforma tinggi (seperti Hyperliquid) hampir menyamai Coinbase, dan porsi perpetual contract DEX meningkat dari kurang dari 5% menjadi mendekati 12%. Pola transaksi telah menemukan bentuk eksistensi paling efisien dalam takdir fisiknya: konsep-konsep kompleks seperti jembatan lintas-chain (cross-chain bridge) dan biaya Gas (Gas fees) dibungkus ke dalam kotak hitam “intent”, sehingga disembunyikan dari pengguna.