Menurut CNBC, hampir setengah dari investor kripto—45%—mengatakan diversifikasi adalah alasan utama mereka memegang aset digital, menurut laporan Urban Institute yang diterbitkan bulan ini. Laporan tersebut menyebutkan 27% percaya kripto adalah masa depan, 11% berharap bisa menghasilkan lebih banyak uang dari kripto dibandingkan investasi lain, dan 5% tidak mempercayai dolar AS.

Penasihat keuangan dan analis pasar mengatakan bahwa cryptocurrency dapat berperan sebagai diversifikasi dalam portofolio, tetapi hanya jika investor memahami volatilitasnya dan tidak mengandalkannya sebagai satu-satunya lindung nilai. Veronica Willis dari Wells Fargo Investment Institute mengatakan aset digital memiliki korelasi 0,2 dengan S&P 500 selama dekade terakhir, lebih tinggi daripada obligasi namun tetap rendah. Sementara itu, Douglas Boneparth dari Bone Fide Wealth mengatakan bitcoin dapat menjadi diversifier portofolio untuk jangka waktu yang panjang. Boneparth mengatakan alokasi di atas 5% dapat menyebabkan volatilitas bitcoin mendominasi risiko portofolio, sedangkan penasihat lain menyarankan bobot kripto sekitar 1% hingga 3%.