Sudah berani memegang koin selama bertahun-tahun; sebagian besar waktu hanya disimpan. Kadang juga kepikiran, apakah bisa membuat koin itu menghasilkan tanpa harus menyerahkannya ke pihak lain. Dulu sempat melihat beberapa skema—entah harus pakai jembatan lintas-chain, atau diserahkan ke institusi kustodian. Tapi selalu terasa menggantung di hati.

Belakangan ini saya memperhatikan Babylon, yang dibuat oleh orang-orang Stanford pada 2022. Caranya cukup langsung: BTC dikunci langsung di mainnet Bitcoin, mengandalkan time-lock dan skema tanda tangan sekali pakai untuk memastikan keamanan—tidak ada jembatan, tidak ada kustodian. Siapa pun yang berbuat jahat bisa langsung dikenai sanksi/penyitaan berdasarkan bukti di rantai. Saya tidak perlu memindahkan private key, aset tetap di-chain, lalu bisa memberikan keamanan untuk jaringan PoS dan mendapatkan sedikit imbalan staking. APY-nya tidak tinggi—hanya beberapa persen—tapi keunggulannya justru ini versi native. Jumlah yang sudah dikunci juga tidak kecil; TVL-nya kelihatan sudah lebih dari tiga miliar dolar AS.

Baru-baru ini mereka juga mendorong Trustless Bitcoin Vaults: BTC bisa langsung dijadikan agunan untuk masuk ke pinjaman Aave v4, dan tetap sepenuhnya mengelola private key sendiri sepanjang proses. Jadi intinya memindahkan Bitcoin ke skenario agunan DeFi. Tapi yang paling saya perhatikan adalah pengelolaan kunci EOTS—kalau ada yang berantakan, ada kemungkinan malah dianggap melakukan pelanggaran lalu kena penyitaan; koin benar-benar hilang. Selain itu, waktu unlock juga dibatasi oleh aturan pembuatan blok Bitcoin, jadi fleksibilitasnya masih di bawah DeFi di Ethereum. Asumsi keamanannya juga perlu waktu lebih lama untuk diuji.

Komunitas memakai token BABY untuk koordinasi, yang memantau cukup banyak, dan basis akademis timnya bagus. Tapi urusan implementasi teknis itu beda cerita. Saya belum ingin masuk dengan posisi terlalu besar; coba sedikit dulu juga tidak masalah, lalu amati lagi.

#baby $BABY @BabylonLabs_io