Menurut Lianhe Zaobao mengutip Bloomberg, Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung pada Jumat, 24 Juli, di San Francisco meluncurkan San Francisco AI Declaration, dengan mengatakan bahwa Korea Selatan akan bekerja sama dengan perusahaan teknologi global untuk memimpin era kecerdasan buatan. Para raksasa semikonduktor Korea juga mengumumkan perjanjian kerja sama AI senilai gabungan USD 950 miliar dengan perusahaan teknologi AS.
Di puncak pertemuan, Samsung Electronics dan SK Group mencapai kesepakatan dengan perusahaan teknologi AS senilai total USD 950 miliar, termasuk lebih dari USD 500 miliar dalam rencana kerja sama antara SK Hynix dan Nvidia untuk pusat data AI skala besar serta pengembangan chip memori generasi berikutnya. Samsung Electronics juga menandatangani nota kesepahaman lima tahun senilai hingga USD 200 miliar dengan Broadcom untuk kerja sama yang lebih dalam di chip memori, layanan foundry, dan advanced packaging guna membantu Broadcom membangun akselerator AI generasi berikutnya. Ketua SK Group Chey Tae-won mengatakan, pembicaraan terbaru dengan Nvidia, Anthropic, OpenAI, dan Broadcom menunjukkan bahwa permintaan akan daya komputasi dan chip memori dari pelanggan AI jauh melampaui ekspektasi. CEO Nvidia Jensen Huang mengatakan kepada Bloomberg Television bahwa Korea Selatan sedang berada pada era keemasan dan memiliki kemampuan untuk membantu dunia membangun infrastruktur AI.
