Banyak orang begitu mendengar kontrak langsung menggeleng, merasa itu seperti berjudi dengan nyawa. Padahal kalau logika leverage diurai, ternyata tidak seseram itu. $LAB

Dengan modal 10.000 U yang sama, kamu bisa memakai 1.000 U untuk membuka 10x, atau 500 U untuk membuka 20x. Saat untung, hasilnya di kedua sisi kurang lebih mirip. Tapi saat rugi, barulah bedanya terlihat: turun 1%, pihak 10x rugi 100 U (setara 10% dari margin), sedangkan pihak 20x rugi 200 U (setara 40% dari margin). Yang lebih penting lagi: 10x perlu bergerak berlawanan hingga -10% agar likuidasi terjadi, sementara 20x cukup -5% saja sudah berakhir.

Berarti selamanya pilih leverage rendah? Belum tentu. Kalau modalmu kecil dan kamu ingin melakukan lebih banyak transaksi/koin, leverage tinggi bisa membantu memecah modal menjadi lebih banyak posisi. 10x paling banyak bisa membuka 10 posisi, sedangkan 20x bisa membuka 20 posisi. Kalau ingin hidup lebih lama, leverage rendah lalu putar pelan-pelan. Tapi kalau modal kecil dan penilaianmu tepat, leverage tinggi bisa memaksimalkan efisiensi penggunaan dana.

Tidak ada skema terbaik, hanya yang paling cocok untukmu. Leverage bukan iblis; kamu saja belum menghitung dengan benar rekeningnya.

Aku sudah menyalakan lampunya. Mau naik ke daratan atau tidak, kamu yang memutuskan. Aku Mi Jie, bukan yang ngajak berjudi. Kalau mau ngobrol, mari kita bahas.