Banyak orang mendengar kontrak langsung merasa ini berbahaya, padahal tidak seseram itu $XAU

Beberapa hari lalu ada seorang penggemar yang mengobrol dengan saya. Dia bilang sudah lama tidak berani menyentuh kontrak karena merasa hal itu memakan orang tanpa menyisakan tulang. Saya bilang: kamu pernah dengar babi berlari, tapi kamu belum pernah melihat babi berlari. Ketakutan biasanya datang dari ketidaktahuan. $CL

Kontrak, secara sederhana, adalah menggunakan margin untuk memperbesar fluktuasi dari suatu pergerakan pasar. Dengan jumlah posisi yang sama, ada yang memakai 10x dan ada yang 20x—bedanya hanya cara. Yang dipertaruhkan tetap pergerakan pasar yang sama. Perbedaan yang benar-benar besar tidak terjadi pada saat menghasilkan uang. Saat pasar naik semua orang senang—hari ini kamu untung, saya juga untung, tidak terlihat bedanya. $SPCX

Tapi begitu terjadi koreksi (drawdown), yang memakai leverage rendah mungkin hanya mengalami sedikit guncangan, sedangkan leverage tinggi tekanannya sudah sangat besar. Kadang hanya sekali jarum turun, bahkan belum sempat bereaksi, akun sudah menghilang.

Banyak orang merasa masalahnya ada pada leverage yang terlalu tinggi. Tapi kalau kamu perhatikan baik-baik, mereka yang likuidasi juga tidak sedikit yang leverage-nya rendah. Kuncinya tidak pernah ada pada kelipatan leverage, melainkan pada apakah kamu bisa mengendalikan ukuran posisi dengan wajar. Kalau kamu pakai leverage 1x untuk open posisi besar (overweight), dibandingkan dengan pakai leverage 10x untuk posisi yang lebih ringan (light), mana risikonya lebih besar—kamu bisa hitung sendiri dulu.

Saat modal masih sedikit, penggunaan leverage yang secukupnya itu perlu, karena bisa membantumu ikut serta di pasar dengan lebih baik. Tapi kamu harus paham apa yang sedang kamu lakukan—jangan sampai leverage membesarkan keserakahan. Awalnya 2x saja cukup, tapi dipaksa dinaikkan terus—itu bukan trading, itu berjudi.

Bagian paling tidak mengenal belas kasihan dari kontrak adalah: ia tidak memberi penghargaan kepada orang yang berani, hanya menyisihkan orang yang tidak paham cara mengendalikan diri. Pada akhirnya kamu akan sadar, yang dibandingkan pasar ini bukan siapa leverage-nya lebih tinggi, melainkan siapa yang bisa bertahan dengan stabil.

Arah menentukan apakah kamu bisa menghasilkan uang, sedangkan leverage menentukan apakah kamu punya kesempatan untuk menunggu sampai arah menjadi jelas. Kalau kamu ingin hidup di pasar ini lebih lama, kamu perlu belajar memberi jalan pulang untuk dirimu sendiri. Kalau arah benar tapi ukuran posisi terlalu penuh, kamu tetap tidak akan bisa mengambil profit. Kalau arah salah tapi ukuran posisi lebih ringan, itu tidak akan merusak fondasinya.

Orang yang benar-benar bisa melangkah jauh bukanlah yang paling nekat, melainkan yang tahu memberi ruang cadangan untuk dirinya.