Yang paling mengejutkan,
bukan Ku Zhanwen yang dikenai eksekusi atas utang lebih dari 6 juta,
bukan pula hadiah sebesar 10% yang diberikan kepada pelapor,
melainkan alamat rumahnya yang dicantumkan pengadilan dengan “sangat terperinci”. Rupanya, pengadilan pun tak berdaya menghadapi orang yang tak mau membayar utang dan tak punya aset sepeser pun saat diperiksa. Kalau tidak, bagaimana mungkin alamat rumahnya dicantumkan sedetail itu, bahkan pelapor diberi hadiah ratusan ribu?

Seharusnya, aktor termasuk profesi yang paling menghasilkan uang. Apalagi dia lulusan universitas, aktor senior dengan reputasi dan kemampuan akting yang sama-sama bagus. Bukankah para sutradara seharusnya datang langsung untuk mengajaknya bermain? Kok bisa sampai berutang sebanyak itu?

Dia mampu mencari nafkah dengan kerja keras, tetapi juga ingin berinvestasi demi meraup keuntungan besar. Namun, karena tak punya kecakapan mengelola dan menjaga uang, akhirnya dia malah menjadi pengemplang utang.