Di mata generasi setelah 2000, bitcoin sudah dikategorikan bersama dengan Maotai dan real estat sebagai 'aset lama' (old man's assets).

Banyak orang yang lahir di tahun 90-an dan 80-an mungkin tidak setuju: bukankah bitcoin yang paling keren, paling rebel, dan paling masa depan? Namun bagi generasi baru, bitcoin kini terasa 'membosankan':
1️⃣ Narasi sudah terbentuk 📉
Dari 'alat lawan bank' hingga 'emas digital', lalu menjadi 'aset alokasi ETF'. Setiap 'pembaruan' ini sebenarnya adalah penyerapan dari semangat perlawanan bitcoin. Semakin stabil, namun juga semakin mirip real estat - kekuasaan penetapan harga berada di tangan institusi besar dan uang tua.
2️⃣ Posisi 'fase hidup' yang salah ⏳
Generasi 70-an meraih keuntungan dari emas dan properti;
Generasi 80/90-an menyaksikan lonjakan harga Moutai dan Bitcoin. Bagi generasi 00-an, fase paling menguntungkan dari aset-aset ini sudah berlalu, dan sekarang masuk pasar lebih mirip dengan 'menerima transfer' dari generasi sebelumnya atau berjudi, bukan kesempatan untuk mengubah nasib.
3️⃣ Apa yang sebenarnya diinginkan oleh generasi 00-an? 🚀
Dibandingkan dengan 'stabilitas jangka panjang', generasi muda kali ini lebih memperhatikan:
Rasa keterlibatan: Apakah saya bisa mengubah hasil? (seperti Meme, pasar prediksi)
Ruang narasi: Aturan belum ditetapkan, posisi belum terikat.
Desentralisasi otoritas: Menolak didefinisikan oleh uang tua, mencari 'narasi' yang sesuai untuk era mereka sendiri.

💡 Aset itu sendiri tidak salah, yang salah adalah 'dividen antar generasi'. Setiap generasi mencari medan pertempuran mereka sendiri. Ini bukan tentang menolak nilai, tetapi menyatakan: kami ingin menemukan kategori yang sesuai dengan era kami.

Investor yang matang tidak seharusnya sibuk 'mengajari' generasi muda, tetapi harus belajar dari mereka, melihat di mana narasi dunia baru ini sedang terjadi.