Desentralisasi Bukan Sekadar Soal Jumlah Validator

Kebanyakan blockchain Layer 1 sering dibandingkan berdasarkan kapitalisasi pasar atau jumlah validator. Pemeringkatan ini mengambil pendekatan yang berbeda dengan menggabungkan Koefisien Nakamoto (65%) dengan jumlah validator (35%) untuk memperkirakan tingkat desentralisasi.

Beberapa hasilnya mengejutkan:

• Polkadot ($DOT ) berada di peringkat pertama dengan skor 74.
• TON ($GRAM ) menyusul dengan skor 63.
• Avalanche, Cardano, dan Solana semuanya berada di atas Ethereum.
• Ethereum mendapat skor 35 meskipun memiliki sekitar 1,28 juta validator, karena Koefisien Nakamoto yang dilaporkan adalah 1.
• Bitcoin mendapat skor 22 dengan Koefisien Nakamoto 4, yang mencerminkan konsentrasi kumpulan penambangan (mining pools) ketimbang hashrate jaringan saja.

Inti yang perlu diingat adalah bahwa memiliki lebih banyak validator tidak otomatis berarti sebuah jaringan lebih terdesentralisasi. Yang juga penting adalah bagaimana kekuatan suara, kepemilikan (stake), atau kekuatan penambangan didistribusikan di antara entitas-entitas independen.

Namun, pemeringkatan ini sebaiknya dipandang sebagai satu kerangka analitis, bukan ukuran definitif desentralisasi. Skor akhir bergantung pada pembobotan yang dipilih oleh penulis, dengan Koefisien Nakamoto menyumbang 65% dan jumlah validator 35%. Metodologi atau asumsi yang berbeda dapat menghasilkan peringkat yang berbeda.

Desentralisasi adalah konsep multidimensi yang juga mencakup tata kelola (governance), keberagaman klien (client diversity), distribusi geografis, konsentrasi infrastruktur, serta insentif ekonomi.

Hasil mana yang paling menarik perhatian Anda: posisi Ethereum, peringkat Bitcoin, atau Polkadot yang mengambil tempat teratas?

Ikuti Wendy untuk pembaruan terbaru lainnya