Brent hari ini menembus $100, tertinggi di $100,88; WTI $91,81—dalam satu minggu naik sekitar $17 dari $84.
Ini kali kedua Brent berada di atas $100 sejak April 2026—sebelumnya terjadi saat puncak pemblokiran Hormuz, lalu setelah situasi membaik turun kembali ke $67.
Pemicunya kali ini: dua kapal tanker milik Arab Saudi diserang di Laut Merah; kelompok Houthi mengumumkan pemblokiran pelabuhan-pelabuhan Saudi, sehingga rantai pasokan energi global menghadapi tekanan dari tiga arah sekaligus: Hormuz, Selat Manda, dan Laut Merah.
Tiga jalur pelayaran sekaligus tertekan—ini pertama kali terjadi di tahun ini.
Dalam sebulan terakhir, Brent naik 35,92%; dalam setahun terakhir naik 44,88%.
Dampak langsung ke pasar hari ini:
S&P 500 turun 1,2%, Nasdaq turun 2,4%, Dow Jones turun 477 poin. Alphabet turun 5% setelah jam bursa (belanja modal $205 miliar melampaui perkiraan); Tesla juga turun pada hari yang sama—saham teknologi dan harga minyak sama-sama menjadi tekanan, tanpa ruang penyangga bagi pasar saham.
Untuk BTC: harga minyak $100 adalah ambang psikologis—setelah menembus di sini, narasi inflasi sepenuhnya mendominasi, dan setiap pembahasan penurunan suku bunga oleh The Fed akan tertekan; aset non-bunga ikut tertekan. BTC hari ini menghadapi tekanan penurunan di bawah $65.000.
Tapi ada satu angka yang patut dicermati: Goldman Sachs menurunkan target harga Brent untuk Q4 menjadi $80—mereka meyakini pasokan pada akhirnya akan pulih. BlackRock memberikan dua skenario ekstrem: jika perdamaian terjadi maka $40, jika eskalasi berlanjut maka $150. $100 hari ini berada di antara kedua ekstrem tersebut.
Dari $67 ke $100, lima minggu, +49%. Pertanyaan berikutnya bukan lagi "apakah masih akan naik", melainkan "kapan akan ada sinyal mereda".
$BTC
$CL
#原油突破100美元
Ini kali kedua Brent berada di atas $100 sejak April 2026—sebelumnya terjadi saat puncak pemblokiran Hormuz, lalu setelah situasi membaik turun kembali ke $67.
Pemicunya kali ini: dua kapal tanker milik Arab Saudi diserang di Laut Merah; kelompok Houthi mengumumkan pemblokiran pelabuhan-pelabuhan Saudi, sehingga rantai pasokan energi global menghadapi tekanan dari tiga arah sekaligus: Hormuz, Selat Manda, dan Laut Merah.
Tiga jalur pelayaran sekaligus tertekan—ini pertama kali terjadi di tahun ini.
Dalam sebulan terakhir, Brent naik 35,92%; dalam setahun terakhir naik 44,88%.
Dampak langsung ke pasar hari ini:
S&P 500 turun 1,2%, Nasdaq turun 2,4%, Dow Jones turun 477 poin. Alphabet turun 5% setelah jam bursa (belanja modal $205 miliar melampaui perkiraan); Tesla juga turun pada hari yang sama—saham teknologi dan harga minyak sama-sama menjadi tekanan, tanpa ruang penyangga bagi pasar saham.
Untuk BTC: harga minyak $100 adalah ambang psikologis—setelah menembus di sini, narasi inflasi sepenuhnya mendominasi, dan setiap pembahasan penurunan suku bunga oleh The Fed akan tertekan; aset non-bunga ikut tertekan. BTC hari ini menghadapi tekanan penurunan di bawah $65.000.
Tapi ada satu angka yang patut dicermati: Goldman Sachs menurunkan target harga Brent untuk Q4 menjadi $80—mereka meyakini pasokan pada akhirnya akan pulih. BlackRock memberikan dua skenario ekstrem: jika perdamaian terjadi maka $40, jika eskalasi berlanjut maka $150. $100 hari ini berada di antara kedua ekstrem tersebut.
Dari $67 ke $100, lima minggu, +49%. Pertanyaan berikutnya bukan lagi "apakah masih akan naik", melainkan "kapan akan ada sinyal mereda".
$BTC
$CL
#原油突破100美元
