Babylon ingin “menyewakan” keamanan Bitcoin ke jaringan PoS, tapi penyewanya di mana?
Narasi Babylon menurutku cukup menarik. Ia tidak memposisikan diri sebagai “platform penghasil Bitcoin”, melainkan sebagai “pasar keamanan bersama”. Jaringan PoS bisa “menyewa” keamanan Bitcoin untuk melindungi jaringannya sendiri; pemegang BTC mengunci BTC mereka di brankas, lalu Babylon mengemas keamanan tersebut dan menjualnya kepada PoS chain yang membutuhkannya.
Secara teori, logika ini memang terlihat rapi. Bitcoin adalah blockchain paling aman, tetapi keamanan itu hanya melayani Bitcoin itu sendiri. Babylon pada dasarnya mengambil “cadangan keamanan” Bitcoin untuk dibagikan.
@BabylonLabs_io
Tapi masalahnya: penyewanya di mana?
Babylon mengatakan mereka sudah membentuk sebuah ekosistem bernama “Bitcoin Supercharging Network” (BSN). Namun setelah kucari-cari, saat ini berapa banyak PoS chain yang benar-benar berjalan di atas BSN? Ada chain level teratas yang benar-benar memakainya? Kerja sama Babylon dengan Aave juga masih tahap pengujian—diperkirakan baru go-live pada kuartal kedua 2026. Sudah berbulan-bulan bilang “kerja sama”, tapi sampai sekarang belum benar-benar jalan.
Yang membuatku makin tidak yakin adalah, apakah model “shared security” Babylon ini benar-benar masuk akal secara bisnis. PoS chain membayar biaya keamanan menggunakan token native mereka, lalu menukarnya dengan keamanan level Bitcoin—terlihat menguntungkan, tetapi pada dasarnya ini adalah “menyewa rasa aman”. Kalau suatu hari masa sewa berakhir, atau ada masalah keamanan pada protokol Babylon, keamanan jaringan PoS chain ini bisa runtuh dalam semalam. Chain mana yang waras berani menyerahkan denyut nadi hidupnya kepada sebuah perjanjian sewa?
Babylon mengklaim TVL lebih dari 5 miliar dolar, tapi sebagian besar yang masuk adalah retail yang mengejar airdrop dan imbal hasil staking, bukan demi narasi besar “shared security”. Setelah airdrop selesai dan tingkat imbal hasil turun, apakah orang-orang ini masih bertahan?
Latar belakang pendanaan Babylon memang kuat. Didirikan oleh profesor Stanford, dengan a16z memimpin putaran—total mengumpulkan 96 juta dolar. Tapi latar pendanaan yang kuat tidak otomatis berarti model bisnisnya sudah terbukti. Ceritanya terdengar bagus, tapi aku belum mau ikut dulu; tunggu sampai benar-benar ada penyewa yang kredibel yang benar-benar pindah.
#baby $BABY
Narasi Babylon menurutku cukup menarik. Ia tidak memposisikan diri sebagai “platform penghasil Bitcoin”, melainkan sebagai “pasar keamanan bersama”. Jaringan PoS bisa “menyewa” keamanan Bitcoin untuk melindungi jaringannya sendiri; pemegang BTC mengunci BTC mereka di brankas, lalu Babylon mengemas keamanan tersebut dan menjualnya kepada PoS chain yang membutuhkannya.
Secara teori, logika ini memang terlihat rapi. Bitcoin adalah blockchain paling aman, tetapi keamanan itu hanya melayani Bitcoin itu sendiri. Babylon pada dasarnya mengambil “cadangan keamanan” Bitcoin untuk dibagikan.
@BabylonLabs_io
Tapi masalahnya: penyewanya di mana?
Babylon mengatakan mereka sudah membentuk sebuah ekosistem bernama “Bitcoin Supercharging Network” (BSN). Namun setelah kucari-cari, saat ini berapa banyak PoS chain yang benar-benar berjalan di atas BSN? Ada chain level teratas yang benar-benar memakainya? Kerja sama Babylon dengan Aave juga masih tahap pengujian—diperkirakan baru go-live pada kuartal kedua 2026. Sudah berbulan-bulan bilang “kerja sama”, tapi sampai sekarang belum benar-benar jalan.
Yang membuatku makin tidak yakin adalah, apakah model “shared security” Babylon ini benar-benar masuk akal secara bisnis. PoS chain membayar biaya keamanan menggunakan token native mereka, lalu menukarnya dengan keamanan level Bitcoin—terlihat menguntungkan, tetapi pada dasarnya ini adalah “menyewa rasa aman”. Kalau suatu hari masa sewa berakhir, atau ada masalah keamanan pada protokol Babylon, keamanan jaringan PoS chain ini bisa runtuh dalam semalam. Chain mana yang waras berani menyerahkan denyut nadi hidupnya kepada sebuah perjanjian sewa?
Babylon mengklaim TVL lebih dari 5 miliar dolar, tapi sebagian besar yang masuk adalah retail yang mengejar airdrop dan imbal hasil staking, bukan demi narasi besar “shared security”. Setelah airdrop selesai dan tingkat imbal hasil turun, apakah orang-orang ini masih bertahan?
Latar belakang pendanaan Babylon memang kuat. Didirikan oleh profesor Stanford, dengan a16z memimpin putaran—total mengumpulkan 96 juta dolar. Tapi latar pendanaan yang kuat tidak otomatis berarti model bisnisnya sudah terbukti. Ceritanya terdengar bagus, tapi aku belum mau ikut dulu; tunggu sampai benar-benar ada penyewa yang kredibel yang benar-benar pindah.
#baby $BABY