TAHUKAH ANDA: Pria Pertama yang Menerima Bitcoin dari Satoshi, Tubuhnya Dibekukan dalam Es?
Pada tahun 2014, Hal Finney, seorang ilmuwan komputer terkemuka dan orang pertama yang pernah menerima transaksi Bitcoin, secara hukum dinyatakan meninggal dan kemudian dibekukan secara kriogenik. Finney merupakan pengembang utama di PGP Corporation dan kontributor awal dalam kode Bitcoin.
Pada tanggal 28 Agustus 2014, Finney meninggal di Phoenix, Arizona, pada usia 58 tahun akibat komplikasi dari ALS (Atrofi Otot Lateral). Segera setelah kematian hukumnya, tim siaga dari Alcor Life Extension Foundation memulai proses yang disebut vitrifikasi. Proses ini melibatkan sirkulasi bahan kimia melalui tubuhnya untuk menggantikan air dan mencegah pembentukan kristal es, yang dapat merusak sel saat pembekuan.
Tubuhnya kemudian secara perlahan didinginkan hingga mencapai -196°C. Ia tetap disimpan dalam sebuah flas besar vakum, yang dikenal sebagai dewar, yang diisi nitrogen cair di fasilitas Alcor di Scottsdale, Arizona. Finney tercatat sebagai pasien ke-128 yayasan tersebut.
Finney didiagnosis menderita ALS pada tahun 2009, tahun yang sama ketika ia membantu meluncurkan jaringan Bitcoin. Seiring perkembangan penyakit tersebut dan kehilangan kendali otot, ia tetap menulis kode menggunakan perangkat lunak pelacakan mata.
Ia telah menjadi anggota Alcor selama lebih dari 20 tahun sebelum kematiannya. Keputusannya untuk menjalani pembekuan kriogenik didasarkan pada minatnya terhadap transhumanisme—keyakinan bahwa teknologi nantinya dapat berkembang untuk mengatasi keterbatasan biologis manusia. Ia berharap kemajuan medis di masa depan dapat menyembuhkan ALS dan memperbaiki kerusakan sel yang terkait baik dengan penyakit maupun proses penyimpanan.
Kasus Finney menonjol karena perannya mendasar dalam mata uang digital. Sebagian biaya penyimpanannya ditanggung oleh donasi Bitcoin dari komunitas kripto.
Di dunia teknologi, penyimpanannya sering dibahas sebagai aplikasi praktis dari minat seumur hidupnya terhadap masa depan. Ia tetap dalam keadaan hibernasi saat ini, dipertahankan oleh yayasan hingga saat teknologi medis memungkinkan kemungkinan pemulihannya.
Pada tahun 2014, Hal Finney, seorang ilmuwan komputer terkemuka dan orang pertama yang pernah menerima transaksi Bitcoin, secara hukum dinyatakan meninggal dan kemudian dibekukan secara kriogenik. Finney merupakan pengembang utama di PGP Corporation dan kontributor awal dalam kode Bitcoin.
Pada tanggal 28 Agustus 2014, Finney meninggal di Phoenix, Arizona, pada usia 58 tahun akibat komplikasi dari ALS (Atrofi Otot Lateral). Segera setelah kematian hukumnya, tim siaga dari Alcor Life Extension Foundation memulai proses yang disebut vitrifikasi. Proses ini melibatkan sirkulasi bahan kimia melalui tubuhnya untuk menggantikan air dan mencegah pembentukan kristal es, yang dapat merusak sel saat pembekuan.
Tubuhnya kemudian secara perlahan didinginkan hingga mencapai -196°C. Ia tetap disimpan dalam sebuah flas besar vakum, yang dikenal sebagai dewar, yang diisi nitrogen cair di fasilitas Alcor di Scottsdale, Arizona. Finney tercatat sebagai pasien ke-128 yayasan tersebut.
Finney didiagnosis menderita ALS pada tahun 2009, tahun yang sama ketika ia membantu meluncurkan jaringan Bitcoin. Seiring perkembangan penyakit tersebut dan kehilangan kendali otot, ia tetap menulis kode menggunakan perangkat lunak pelacakan mata.
Ia telah menjadi anggota Alcor selama lebih dari 20 tahun sebelum kematiannya. Keputusannya untuk menjalani pembekuan kriogenik didasarkan pada minatnya terhadap transhumanisme—keyakinan bahwa teknologi nantinya dapat berkembang untuk mengatasi keterbatasan biologis manusia. Ia berharap kemajuan medis di masa depan dapat menyembuhkan ALS dan memperbaiki kerusakan sel yang terkait baik dengan penyakit maupun proses penyimpanan.
Kasus Finney menonjol karena perannya mendasar dalam mata uang digital. Sebagian biaya penyimpanannya ditanggung oleh donasi Bitcoin dari komunitas kripto.
Di dunia teknologi, penyimpanannya sering dibahas sebagai aplikasi praktis dari minat seumur hidupnya terhadap masa depan. Ia tetap dalam keadaan hibernasi saat ini, dipertahankan oleh yayasan hingga saat teknologi medis memungkinkan kemungkinan pemulihannya.


