Menurut Yonhap, Chief Executive Officer Fireblocks Michael Shaulov mengatakan bahwa ekosistem teknologi Korea Selatan menempatkannya pada posisi yang kuat untuk tahap berikutnya dari sistem keuangan dan bahwa negara tersebut sedang bergerak melewati titik balik (inflection point) untuk stablecoin lebih cepat dibanding pasar Asia-Pasifik lainnya. Ia mengatakan penyedia infrastruktur aset digital tersebut ingin melayani pasar Korea dan mencatat bahwa Fireblocks bekerja sama dengan pemain keuangan besar Korea, termasuk NongHyup Bank dan Shinhan Bank.
Shaulov mengatakan penetrasi kripto sudah tinggi di kalangan konsumen dan pengguna ritel Korea Selatan, sementara partisipasi institusional kini mulai mengalami perubahan. Ia mengatakan Fireblocks merekrut tim lokal di Korea Selatan pada akhir tahun lalu setelah sebelumnya meliput pasar dari Singapura, dan menambahkan bahwa perusahaan mendukung lebih dari 2.400 organisasi secara global, termasuk lebih dari 100 bank. Fireblocks mengatakan stablecoin menyumbang lebih dari 65 persen dari nilai yang ditransfer melalui jaringannya selama 12 bulan terakhir. Shaulov juga mengatakan rencana Korea Selatan untuk menciptakan stablecoin yang dipatok ke won Korea dapat membuka peluang baru bagi bisnis lokal, termasuk penyelesaian lintas batas yang lebih cepat dan pembayaran yang dapat diprogram. Fireblocks berencana menambah sekitar 400 hingga 600 klien dan meningkatkan volume transaksi hingga mencapai sekitar US$7 triliun pada akhir tahun.
