Pi Network belum tercatat di bursa utama Binance (CEX) karena proyek ini belum sepenuhnya meluncurkan Open Mainnet, dan mayoritas token pengguna masih terkunci. Selain itu, Binance mengharuskan kode blockchain yang sepenuhnya transparan serta audit keamanan oleh pihak ketiga—kriteria yang belum dipenuhi oleh Pi Network.
Berikut beberapa faktor teknis dan operasional utama yang menghalangi Binance untuk mencantumkan Pi untuk diperdagangkan:
✳️Tahap Mainnet Tertutup: Pi Network masih beroperasi pada fase Enclosed Mainnet. Ekosistemnya belum sepenuhnya terbuka, sehingga menyulitkan bursa besar seperti Binance untuk menilai tingkat desentralisasi dan risiko likuiditas.
✳️Sebagian Besar Token Terkunci: Banyak koin hasil tambang pengguna yang masih terkunci atau memiliki pembatasan kemampuan transfer. Hal ini menghambat terbentuknya pasar yang transparan dan dinamis bagi para investor.
✳️Keterbatasan Teknis Blockchain: Pi beroperasi di blockchain miliknya sendiri, yang belum dianggap sepenuhnya open-source. Persyaratan pencatatan Binance sering kali mewajibkan proyek beroperasi pada jaringan publik yang terverifikasi (seperti BSC) atau memiliki integrasi teknis yang sudah matang.
✳️Belum Ada Audit Pihak Ketiga: Binance mensyaratkan kepatuhan ketat terhadap standar keamanan sebelum menerima sebuah token—persyaratan yang belum secara resmi dipenuhi oleh Pi Network.
Perdagangan untuk token ini saat ini hanya dapat diakses melalui bursa alternatif (seperti DEX) atau melalui layanan Binance Web3 Wallet dengan menggunakan jaringan terdesentralisasi. Apakah Anda mencari cara untuk memantau harga real-time-nya, atau tertarik untuk memonitor bursa lain yang sudah secara resmi memperdagangkan token PI?
#PiNerworkAndBinance
Berikut beberapa faktor teknis dan operasional utama yang menghalangi Binance untuk mencantumkan Pi untuk diperdagangkan:
✳️Tahap Mainnet Tertutup: Pi Network masih beroperasi pada fase Enclosed Mainnet. Ekosistemnya belum sepenuhnya terbuka, sehingga menyulitkan bursa besar seperti Binance untuk menilai tingkat desentralisasi dan risiko likuiditas.
✳️Sebagian Besar Token Terkunci: Banyak koin hasil tambang pengguna yang masih terkunci atau memiliki pembatasan kemampuan transfer. Hal ini menghambat terbentuknya pasar yang transparan dan dinamis bagi para investor.
✳️Keterbatasan Teknis Blockchain: Pi beroperasi di blockchain miliknya sendiri, yang belum dianggap sepenuhnya open-source. Persyaratan pencatatan Binance sering kali mewajibkan proyek beroperasi pada jaringan publik yang terverifikasi (seperti BSC) atau memiliki integrasi teknis yang sudah matang.
✳️Belum Ada Audit Pihak Ketiga: Binance mensyaratkan kepatuhan ketat terhadap standar keamanan sebelum menerima sebuah token—persyaratan yang belum secara resmi dipenuhi oleh Pi Network.
Perdagangan untuk token ini saat ini hanya dapat diakses melalui bursa alternatif (seperti DEX) atau melalui layanan Binance Web3 Wallet dengan menggunakan jaringan terdesentralisasi. Apakah Anda mencari cara untuk memantau harga real-time-nya, atau tertarik untuk memonitor bursa lain yang sudah secara resmi memperdagangkan token PI?
#PiNerworkAndBinance

