Menurut Jin10, analis Mitsubishi UFJ Derek Halpenny mengatakan dalam sebuah laporan bahwa dolar mungkin masih belum terpengaruh secara jelas dalam jangka pendek oleh gelombang terbaru ketidakpastian perdagangan AS. Ia mengatakan rencana tarif baru Presiden AS Donald Trump harus secara umum meniru tarif Bagian 122 yang akan berakhir pada Jumat, sehingga dampaknya terhadap nilai tukar seharusnya terbatas. Ia juga mengatakan ekspektasi pasar saat ini mengenai kenaikan suku bunga AS dan meningkatnya risiko Timur Tengah telah memberikan sedikit dukungan bagi dolar. Namun, ia mengatakan penjualan dolar bisa kembali jika ketidakpastian perdagangan menjadi lebih nyata dan investor semakin khawatir tentang kebijakan yang tidak dapat diprediksi serta dampaknya terhadap perekonomian AS.
