Jack Mallers đã mengundurkan diri sebagai CEO Twenty One Capital, yang membuat saham XXI turun tajam. Namun, ini tidak berarti Tether mundur dari Twenty One atau menjual Bitcoin.

Faktanya, sejak awal Twenty One adalah perusahaan yang dikendalikan oleh Tether, dengan sebagian besar Bitcoin di neraca yang berkontribusi dari Tether dan Bitfinex, bukan milik Jack Mallers. Mallers terutama berperan sebagai CEO dan menjadi wajah perusahaan, meskipun ia masih menjadi Founder & CEO dari Strike.

Awalnya, Tether ingin menggabungkan Twenty One (cadangan Bitcoin), Strike (pembayaran Bitcoin), dan Elektron Energy (penambangan Bitcoin) menjadi satu perusahaan tercatat untuk membangun "perusahaan Bitcoin terkemuka di dunia". Namun, rencana tersebut secara resmi gagal. Strike akan terus beroperasi secara independen, sementara Twenty One tetap berada di bawah kendali Tether dan telah menunjuk Raphael Zagury sebagai CEO baru.

Poin pentingnya adalah 43.500+ BTC dari Twenty One masih tetap ada. Yang berubah bukan jumlah Bitcoin maupun dukungan dari Tether, melainkan Jack Mallers kembali fokus penuh untuk Strike, sementara Tether terus mengembangkan Twenty One dengan strategi tersendiri.