Binance Blog menerbitkan artikel baru yang mengungkap bagaimana Badan Pengendalian Narkotika India (NCB) mengambil tindakan penegakan hukum terhadap “Team Kalki,” sebuah jaringan distribusi narkotika yang terkait darknet, yang menurut penyelidik telah aktif sejak Januari 2025. Artikel tersebut menjelaskan bahwa operasi ini melibatkan dukungan dari Dewan Keamanan Data India (DSCI) dan tim Investigasi Binance, yang membantu dengan intelijen berbasis blockchain, dukungan penelusuran dompet, serta respons terhadap permintaan penegak hukum yang terkait dengan arus aset digital. Berdasarkan rincian yang dipublikasikan, kasus ini menunjukkan bagaimana data blockchain dan kerja sama publik-swasta dapat membantu penyelidik melacak dana dan mengganggu aktivitas kriminal. Jaringan tersebut diduga menggunakan komunikasi terenkripsi, forum online tersembunyi, pemasok internasional, serta “dead drops” terselubung untuk memindahkan narkotika melintasi India sambil berupaya menghindari deteksi. Pihak berwenang mengatakan penyelidikan tersebut berujung pada tindakan terhadap kelompok itu dan pembekuan aset kripto yang terkait dengan aktivitasnya, menegaskan peran analitik blockchain dalam mendukung upaya penegakan hukum yang melibatkan aset digital dan transaksi ilegal.

Artikel ini juga menjelaskan bagaimana transparansi blockchain dapat membantu penegak hukum melacak aktivitas keuangan yang mungkin sulit dideteksi dalam sistem konvensional. Berbeda dari jaringan keuangan yang tertutup, blockchain menyediakan buku besar publik yang tidak dapat diubah (immutable) yang dapat ditinjau untuk melacak pergerakan dana. Dalam kasus ini, DSCI dan Binance dilaporkan menyediakan analitik blockchain dan pelacakan dompet yang membantu pihak berwenang mengidentifikasi serta membekukan aset kripto yang terkait dengan Team Kalki, sementara pemantauan transaksi juga membantu memutus saluran keuangan kelompok tersebut. Otoritas menyita ribuan narkotika, termasuk blotter LSD dan pil MDMA, melalui paket domestik dan internasional yang terhubung dengan jaringan tersebut. S.B. Seker, Kepala APAC, Binance, mengatakan infrastruktur blockchain digital asset yang transparan membuat aktivitas ilegal menjadi lebih terlihat dan memberi otoritas keunggulan yang berarti dalam menelusuri serta menindak pelanggaran. Ia menambahkan bahwa keamanan tetap menjadi hal sentral dalam misi Binance dan bahwa operasi terhadap kelompok seperti Team Kalki menunjukkan bagaimana transparansi blockchain dan penegakan dapat berjalan bersama untuk mengganggu aktivitas ilegal. Artikel ini menyimpulkan bahwa pembongkaran Team Kalki menyoroti nilai kolaborasi antara penegak hukum, lembaga industri, dan bursa dalam membangun ekosistem kripto yang lebih aman dan lebih transparan.