Saya sudah menggoreng saham dan kripto selama lebih dari sepuluh tahun, dan tidak pernah melakukan aksi all-in. Saya suka menyimpan arus kas yang cukup di akun saya sendiri, memberi diri saya rasa aman yang cukup.

Tujuan menyimpan uang tunai adalah menunggu peristiwa kepanikan (panic selling) atau ketika pasar mengalami penurunan besar. Begitu pasar saham jatuh, saya akan segera mengambil tindakan, lalu pelan-pelan menambah posisi.

Saya hanya membeli saham yang sangat saya pahami. Saham yang tidak saya kenal, satu sen pun tidak saya beli.

​Tentu saja, untuk saham yang saya yakini, saya juga berani menempatkan posisi besar. Jika saham bagus tidak memiliki cukup modal (timbunan saham), bagaimana bisa menghasilkan uang?

Saya suka menambah posisi saat terjadi kepanikan: menambah, lalu menunggu. Saat pasar naik besar, saya akan pelan-pelan mengurangi posisi.

Setelah menambah posisi, mungkin perlu menunggu waktu yang sangat lama sampai akhirnya terjadi kenaikan besar. Tidak masalah—saya bersedia menunggu dengan sabar.

Menunggu adalah hal yang umum dalam investasi. Orang yang bijak pasti memiliki kesabaran.#股市 #投资之路