Menurut Jin10, analis strategi suku bunga Commerzbank Hauke Siemssen mengatakan data inflasi Inggris yang diperkirakan melambat seharusnya menjadi penentu nada pasar obligasi pagi ini, sementara harga minyak tetap menjadi faktor dominan. Ia mengatakan minyak mentah Brent telah kembali ke level $92 per barel karena aksi mogok antara Amerika Serikat dan Iran terus berlanjut dan ancaman kelompok Houthi terhadap pengiriman di Laut Merah masih bertahan, sehingga mendorong pasar bergerak ke arah yang bearish. Siemssen menambahkan bahwa jika data inflasi Inggris pagi ini menunjukkan penurunan, hal itu dapat menghadirkan nada pasar yang lebih moderat.
