Seorang kakak besar yang saya kenal di grup. Pekerjaan utamanya adalah programmer, trading koin cuma dijadikan sampingan.

Pada gelombang tahun 2019 itu, dia mengisi leverage sampai penuh, lalu sekali kena margin call—langsung berantakan. Bukan hanya modal puluhan ribu yang lenyap, dia juga masih harus membayar sekitar seratus ribu kepada exchange dan teman-temannya. Pada masa itu, dia sampai menghapus aplikasi exchange dari ponselnya, bahkan keluar dari sebagian besar grup room chart. Kalau teman-teman menanyakan, dia cuma bilang, "Jangan dibahas."

Kepala mulai benar-benar memanjat kembali ke atas, dimulai dari sikap mengalah. Siang hari bekerja seperti biasa, malamnya sambil menerima job sampingan nulis kode untuk freelance. Dalam sebulan dia bisa dapat tambahan dua sampai tiga ribu, dan awalnya prioritasnya cuma melunasi utang. Di sisi koin, leverage diputus total—yang tersisa hanya beberapa ribu sebagai akun kecil untuk latihan. Aturannya dia tulis di kertas lalu ditempel di dekat monitor: tidak menambah leverage, ukuran posisi per transaksi tidak boleh lebih dari sepersepuluh, dan kalau rugi sudah menyentuh batas, langsung cut loss dan keluar.

Enam bulan pertama, angka di rekeningnya bergerak lebih lambat dari gerak seekor siput. Dia sendiri bilang, menatap chart sampai jenuh. Setelah itu dia bahkan mengubah rutinitas: cukup seminggu dua kali cek. Tapi utangnya benar-benar dilunasi sedikit demi sedikit. Di musim semi tahun ini, dia memindahkan pembayaran terakhir untuk teman yang dulu. Temannya membalas, "Seandainya tahu, kamu nggak perlu sekeras itu."

Sekarang posisi yang dia pegang masih tidak besar, dan emosinya juga tidak lagi setinggi dulu. Dia bilang dulu selalu kepikiran untuk sekali putar balik modal. Sekarang yang dia pikirkan cuma jangan sampai kembali ke kondisi di musim dingin tahun itu—waktu dia bahkan tidak berani buka aplikasi.

Hidup itu lebih penting daripada menang sekali.

#币圈故事 #亏损