Rheinmetall AG berencana untuk lebih dari menggandakan produksi bubuk mesiu di pabriknya dekat Munich pada tahun 2028 karena pasokan amunisi menghadapi tekanan akibat perang Rusia di Ukraina, menurut Bloomberg.

Perusahaan pertahanan Jerman itu mengatakan ekspansi tersebut ditujukan untuk meringankan tekanan pasokan yang terkait dengan konflik tersebut.