Saham XXI turun hampir 18% segera setelah Jack Mallers meninggalkan kursi co-founder, dipadukan dengan rencana penggabungan tiga perusahaan Bitcoin milik Tether yang secara resmi gagal. Ini merupakan kejutan ganda bagi mereka yang berharap adanya konsolidasi besar di sektor Bitcoin.
Alasan di baliknya sangat jelas: terlalu bergantung pada satu figur kunci seperti Mallers membuat struktur tata kelola Twenty One Capital menjadi rapuh. Ketika visi strategis tidak sejalan, kepercayaan investor menguap dengan cepat. Ditambah lagi, kegagalan transaksi merger menunjukkan kurangnya kesepakatan di kalangan pimpinan industri, meskipun Bitcoin dan Lightning Network memiliki potensi jangka panjang.
Bagi trader futures, ini menjadi pengingat tentang risiko tata kelola dan sentralisasi bahkan dalam bidang yang bersifat terdesentralisasi. Saham XXI masih dapat terus bergejolak dengan tajam, tetapi Bitcoin belum menunjukkan tanda-tanda ambruk secara global. Jangan FOMO ke pihak mana pun—kelola posisi dengan ketat dan lakukan riset sendiri secara menyeluruh.
#BTC #Stablecoin #Đầutư #Bitcoin #XXI
Alasan di baliknya sangat jelas: terlalu bergantung pada satu figur kunci seperti Mallers membuat struktur tata kelola Twenty One Capital menjadi rapuh. Ketika visi strategis tidak sejalan, kepercayaan investor menguap dengan cepat. Ditambah lagi, kegagalan transaksi merger menunjukkan kurangnya kesepakatan di kalangan pimpinan industri, meskipun Bitcoin dan Lightning Network memiliki potensi jangka panjang.
Bagi trader futures, ini menjadi pengingat tentang risiko tata kelola dan sentralisasi bahkan dalam bidang yang bersifat terdesentralisasi. Saham XXI masih dapat terus bergejolak dengan tajam, tetapi Bitcoin belum menunjukkan tanda-tanda ambruk secara global. Jangan FOMO ke pihak mana pun—kelola posisi dengan ketat dan lakukan riset sendiri secara menyeluruh.
#BTC #Stablecoin #Đầutư #Bitcoin #XXI