Pada tingkat makro, pertemuan FOMC pada 28 hingga 29 Juli memasuki hitungan mundur. Ini akan menjadi keputusan suku bunga kedua yang dipimpin oleh Waller sejak ia menjabat.
Perlu dicatat, Waller justru bersikap tidak lazim: ia selalu merahasiakan langkah selanjutnya The Fed.
Dalam dengar pendapat dua hari di Capitol Hill pekan lalu, ia secara tegas menyatakan sikap nol toleransi terhadap inflasi yang terus tinggi, bersumpah bahwa kondisi inflasi tinggi yang melanda selama lima tahun terakhir akan menjadi sejarah.
Namun, pada pertanyaan inti apakah ia mendukung kenaikan suku bunga segera, ia tidak pernah memberikan sinyal yang jelas.
Data CME menunjukkan:
Peluang The Fed mempertahankan suku bunga pada Juli sebesar 85,6%
Peluang kenaikan suku bunga kumulatif 25 basis poin pada September sebesar 53,5%
Peluang kenaikan suku bunga kumulatif 50 basis poin pada September sebesar 7,9%
Ekonom riset global di BofA Global Research, manajer riset ekonomi AS, mengatakan bahwa Waller “dalam FOMC dapat dengan mudah memperoleh jumlah suara yang cukup untuk mendorong kenaikan suku bunga”.
Diagram titik bulan Juni sudah menunjukkan: 9 pejabat memperkirakan setidaknya akan ada sekali kenaikan suku bunga tahun ini, sementara 6 pejabat memperkirakan kenaikan suku bunga tidak hanya sekali.
Penilaian dari nomor 13: sorotan terbesar FOMC Juli ini sebenarnya bukan lagi soal jadi atau tidaknya kenaikan suku bunga, karena besar kemungkinan tidak ada.
Yang menjadi perhatian justru bagaimana diagram titik akan berubah, serta apakah Waller akan memecah kebisuan saat konferensi pers.
Peluang kenaikan suku bunga pada September sebesar 53,5% berarti pasar masih memasukkan kemungkinan kenaikan suku bunga dalam penetapan harga.