Di Web3, dalam sepuluh tahun terakhir, akhirnya aku ingin turun gunung.
Orang-orang bilang Web3 sebaik apa pun, dan setiap hari pertunjukan itu tak ada habisnya—kisah mitos orang kaya yang berlipat ganda, berkali-kali lipat. Garis K yang naik-turun dan memikat itu seperti daging Tangseng yang dijanjikan Mulut Raja, membuat setiap iblis kecil di gunung berdebar-debar, berharap suatu hari nanti mereka akhirnya bisa ikut mendapat bagian.

Tapi pesta pora selalu singkat. Garis K tiba-tiba patah, jatuh bebas seperti tebing runtuh. Dalam sekejap posisi pun menjadi nol, hanya tersisa kesendirian di tengah malam—mengusap air mata.
Sepuluh tahun lalu aku masih iblis kecil yang ceria dan tanpa beban,
hingga hari ini, aku hanya bisa menghabiskan hari dengan rasa takut, menonton pihak proyek menguras kolam dengan cara-cara yang beragam, menghisap habis seluruh jerih payah sedikit demi sedikit.

Gunung Langlang ini sudah cukup bermimpi, dan juga sudah terlalu terluka. Iblis-iblis kecil sudah berniat turun gunung.