Menurut Yonhap, kementerian industri Korea Selatan mengatakan pasokan minyak mentah tetap stabil meski ketegangan kembali meningkat di Timur Tengah, dan akan memantau secara ketat jalur-jalur pengiriman utama di kawasan tersebut. Kementerian Perdagangan, Industri, dan Energi mengatakan Korea Selatan telah mengamankan volume minyak mentah yang setara dengan 110% dari tingkat tahun lalu untuk bulan Juli dan Agustus, sementara cakupan bulan September berada pada 90%. Kementerian menyatakan enam kapal tanker minyak yang menuju Korea Selatan telah melintasi Selat Hormuz sejak Amerika Serikat dan Iran menandatangani nota kesepahaman untuk perdamaian pada bulan Juni, dan tiga di antaranya sudah tiba di negara tersebut. Pejabat senior kementerian Yang Gi-uk mengatakan tidak ada kekhawatiran pasokan yang signifikan hingga September dan ia tidak memperkirakan gangguan besar, bahkan jika lalu lintas melalui Laut Merah terblokir. Ia menambahkan bahwa kementerian tidak melihat adanya masalah saat ini terkait lalu lintas Laut Merah, memantau situasi, dan akan mempertimbangkan rute alternatif, termasuk Terusan Suez, jika rute tersebut ditutup.
