Tiba-tiba saya sadar, logika berbisnis antara Tiongkok dan dunia telah berubah total! Semalam saya mengobrol dengan beberapa senior yang sudah bertahun-tahun berbisnis. Mereka mengungkapkan tiga kabar yang membuat saya sangat terkejut.

1. Situasi internasional: Di luar sedang berperang, sedang mengekang, sedang memperebutkan pasar—permintaan luar negeri kami dipotong hingga setengah.

Dulu lihat dulu situasi internasional. Ini bukan masa damai; ini adalah era rekonstruksi tatanan global, hambatan perdagangan yang makin tinggi, dan relokasi rantai industri. Negara-negara Barat yang dipimpin AS terus menaikkan tarif, melakukan pemutusan hubungan (de-coupling), dan memasang berbagai penghalang. Banyak produk ekspor kami, tarifnya naik terus hingga lebih dari 50%, biaya langsung melonjak, harga kehilangan keunggulan, dan pesanan pun otomatis berkurang. Pabrik, pedagang grosir, perusahaan forwarder, dan pabrik kemasan yang selama ini mengandalkan perdagangan luar negeri, pesanan mereka langsung dipotong setengah. Kue di luar menjadi lebih kecil, dan mereka juga tidak membiarkan Anda makan—ini kesulitan pertama.

Seluruh dunia sedang mengerem (bersaing ketat) dalam industri manufaktur. Di Asia Tenggara dan Meksiko, upah tenaga kerja lebih murah, sehingga banyak kapasitas produksi kelas bawah dipindahkan ke luar. Di dalam negeri, pesanan pabrik berkurang, pabrik tidak beroperasi penuh, pendapatan pekerja turun, daya beli makin lemah—terbentuklah lingkaran setan. Pabrik tidak sibuk, pekerja tidak punya uang, toko tidak ada pelanggan—ini efek berantai.

1、Baru setelah berbisnis kamu paham:

Inti menghasilkan uang adalah memanfaatkan perbedaan informasi, mengandalkan sumber daya, memberikan nilai, menyelesaikan masalah, memenuhi kebutuhan, dan mewujudkan pengakuan (kognisi) menjadi uang. Uang kecil dulu, baru uang besar. Kemampuan menghasilkan uang bisa terus ditingkatkan.

2、Semua bisnis yang bisa menghasilkan uang pada dasarnya adalah “mengolah” aspek-aspek dari sifat manusia.

Fast food—yang dijual adalah “kemalasan”

Barang mewah—yang dijual adalah “kesombongan”

Produk kecantikan—yang dijual adalah “cinta pada kecantikan dan kepercayaan diri”

Game—yang dijual adalah “hiburan pengalih perhatian”

Kelas pelatihan—yang dijual adalah “kecemasan tentang masa depan”

Tidak ada bisnis apa pun yang tidak berhubungan dengan sifat manusia. Menghasilkan uang bukan menjual fungsi, melainkan menjual emosi.

3、Ada dua cara berpikir untuk menghasilkan uang: Pertama, kamu bisa langsung memilih bisnis yang sulit dilakukan, sehingga orang lain sulit masuk dan menyaingimu; Kedua, kamu juga bisa memilih bisnis yang mudah dilakukan, lalu lakukan dengan sekuat tenaga, mengerjakan dengan presisi dan detail. Kalau orang lain menggali sedalam satu meter, kamu menggali seratus meter ke dalam—secara mendalam dan konsisten.

4、Sepanjang hidup seseorang, pencapaian yang diraih lewat kerja keras sesungguhnya tidak sampai 10% dari hidup. 90% bergantung pada pilihan yang tepat.

5、Banyak orang belum memikirkan dengan jelas: apa logika menghasilkan uang di dunia ini. Menghasilkan uang terbagi menjadi 3 kategori: penyedia platform, penyedia layanan, dan pemain.

6、Kalau ingin menghasilkan uang dalam jumlah besar, harus punya ambisi untuk uang besar, harus ada hasrat menghasilkan uang yang tidak bisa dibendung, serta dorongan untuk terus bertindak.

7、Logika mendasar untuk menghasilkan uang adalah: beli dengan harga rendah, jual dengan harga tinggi. Ilmunya tidak rumit, tapi informasi, jalur distribusi, dan seluk-beluk hubungan manusia yang “menyusup” dalam rantai inilah yang menjadi penghalang utama bagi kebanyakan orang untuk tidak bisa menghasilkan uang.

8、Dalam berbisnis, jangan mengejar uang receh terakhir.

9、Setiap sen yang kamu hasilkan adalah wujud dari pemahamanmu tentang dunia ini. Setiap sen yang kamu rugikan adalah karena ada kekurangan dalam pemahamanmu tentang dunia ini.

10、Kekejaman dalam berbisnis adalah pelajaran pertama yang harus diterima dan dipelajari oleh semua pebisnis yang ingin menghasilkan uang. Kalau tidak sanggup menghadapi kekejaman itu, sebaiknya jangan berpikir bisa sukses. #ResonansiEmosi# Hikmah dalam Hidup