Bitcoin sering mencapai titik terendah siklus besarnya hanya setelah pasar saham yang lebih luas menyelesaikan koreksinya. Menengok ke belakang:

✅ 2015: #BTC bagian bawah setelah pelemahan pasar ekuitas menstabil.

✅ 2018: Pasar beruang kripto berakhir setelah aset risiko global terlebih dahulu mengalami koreksi.

✅ 2022: Bitcoin menemukan titik terendahnya hanya setelah S&P 500 mengalami penurunan (drawdown) yang signifikan dan tekanan jual mereda.

Pola ini menyoroti hubungan kuat Bitcoin dengan pasar risiko yang lebih luas selama periode ketidakpastian ekonomi.

Hari ini, beberapa analis berpendapat bahwa S&P 500 (SPX) tetap sangat dinilai terlalu tinggi. Jika saham mengalami koreksi berarti lainnya, Bitcoin dapat menghadapi penurunan tambahan sebelum membentuk dasar jangka panjang berikutnya.

Namun demikian, sejarah memberikan konteks—bukan kepastian. Setiap siklus pasar dipengaruhi oleh faktor makroekonomi yang berbeda, termasuk suku bunga, likuiditas, permintaan institusional, dan perkembangan regulasi. Meskipun pola historis layak dipantau, pola tersebut tidak boleh dianggap sebagai jaminan.

Inti yang perlu diingat: Perhatikan baik pasar saham maupun kondisi makroekonomi. Jika sejarah terulang, peluang beli Bitcoin yang paling kuat mungkin muncul setelah koreksi ekuitas yang lebih luas benar-benar selesai #BTC