Menurut Lianhe Zaobao yang mengutip Reuters, seorang pejabat militer Israel mengatakan pada Minggu, 19 Juli, bahwa Israel sedang mempersiapkan untuk menerima lebih banyak pesawat pengisian bahan bakar milik AS, menyusul serangan timbal balik antara Amerika Serikat dan Iran yang meningkat selama sepekan terakhir. Pejabat tersebut mengatakan bahwa Amerika Serikat telah “memutuskan untuk menyesuaikan penempatan militernya di Timur Tengah” dan akan mengirim tambahan pesawat tanker untuk memperkuat armada pengisian bahan bakar udara yang sudah ditempatkan di Israel. Seorang pejabat senior Israel lainnya mengatakan puluhan tanker AS diperkirakan akan tiba di Israel. Kedutaan Besar AS di Yerusalem tidak memberikan komentar segera. Sejak koalisi AS-Israel meluncurkan serangan udara ke Iran pada 28 Februari, Amerika Serikat telah mengerahkan puluhan pesawat tanker di Israel. Menurut laporan Axios pada 17 Juli, pemerintahan Trump memberi tahu Israel bahwa mereka akan mengirim puluhan tankar lagi sebelum kemungkinan perluasan tindakan militer AS terhadap Iran. Seorang pejabat militer Israel juga mengatakan sebagian tankar tersebut akan ditempatkan di pangkalan udara Israel dan bandara komersial untuk meminimalkan gangguan terhadap lalu lintas udara sipil serta demi alasan operasional dan logistik. Juru bicara Menteri Transportasi Israel Regev mengatakan 98 pesawat militer AS berada di Israel per 25 Juni.