DOGE adalah leluhur semua koin meme—bermula dari seekor anjing Shiba Inu, jauh lebih awal daripada katak-katak dan penguin-penguin yang datang belakangan, hampir sepuluh tahun.
Ia sudah ada sejak 2013. Awalnya memang lelucon—dua orang programmer saat itu mengambil meme anjing Shiba Inu yang paling populer, lalu menjadikannya sebuah koin, untuk sekadar membuat orang tertawa. Namun lelucon itu malah menjadi meme dengan umur terpanjang di dunia kripto. Berkat komunitasnya, dan Musk yang sesekali mengoceh beberapa patah kata tiap beberapa waktu, DOGE justru hidup menjadi koin arus utama dengan kapitalisasi yang menempati jajaran teratas.
Sekarang, posisinya cukup layak untuk dicermati. Tahun ini, ia sudah menempuh jalur “normalisasi” sampai tuntas: regulator menetapkannya sebagai komoditas, bukan sekuritas; di Amerika juga sudah disetujui beberapa ETF spot DOGE, sehingga institusi ingin membeli pun bisa kapan saja. Sebuah koin meme, akhirnya bisa ikut duduk di meja yang sama dengan Bitcoin dalam hal kepatuhan.
Lalu bagaimana selanjutnya? ETF-ETF itu total hanya menyedot sekitar 20 juta dolar, kira-kira sama dengan tak ada yang peduli. Harga koin 0,072 dolar, turun dari puncak 0,73 dolar dan anjlok hingga 90%.
Kisah ini sama dengan yang tertulis sebelumnya tentang LTC dan PEPE—bahkan lebih ekstrem: ETF disetujui, identitasnya “dicuci” agar tampak lebih sah, tetapi di dalam jantungnya ia tetaplah sebuah meme. Ia tidak punya produk, tidak ada arus kas; naik-turun harga bergantung pada apakah komunitas masih antusias dan apakah Musk masih mengangkat topik itu. Jika sebuah koin lelucon diberi jas, ia tetap saja koin lelucon; orang yang memakai setelan pun tidak otomatis jadi ingin membelinya.
Lebih lagi, ia terus mengalami penerbitan tambahan (dilusi). Setiap tahun baru dicetak lebih dari lima puluh miliar unit, tanpa batas. Lelucon yang terus berputar butuh selalu ada pendatang baru untuk meneruskan momentum—itulah kelemahan terbesarnya.
DOGE membuktikan satu hal: di dunia kripto, “berwajah serius” belum tentu lebih bernilai daripada “terlihat menyenangkan”. #DOGE $DOGE
Ia sudah ada sejak 2013. Awalnya memang lelucon—dua orang programmer saat itu mengambil meme anjing Shiba Inu yang paling populer, lalu menjadikannya sebuah koin, untuk sekadar membuat orang tertawa. Namun lelucon itu malah menjadi meme dengan umur terpanjang di dunia kripto. Berkat komunitasnya, dan Musk yang sesekali mengoceh beberapa patah kata tiap beberapa waktu, DOGE justru hidup menjadi koin arus utama dengan kapitalisasi yang menempati jajaran teratas.
Sekarang, posisinya cukup layak untuk dicermati. Tahun ini, ia sudah menempuh jalur “normalisasi” sampai tuntas: regulator menetapkannya sebagai komoditas, bukan sekuritas; di Amerika juga sudah disetujui beberapa ETF spot DOGE, sehingga institusi ingin membeli pun bisa kapan saja. Sebuah koin meme, akhirnya bisa ikut duduk di meja yang sama dengan Bitcoin dalam hal kepatuhan.
Lalu bagaimana selanjutnya? ETF-ETF itu total hanya menyedot sekitar 20 juta dolar, kira-kira sama dengan tak ada yang peduli. Harga koin 0,072 dolar, turun dari puncak 0,73 dolar dan anjlok hingga 90%.
Kisah ini sama dengan yang tertulis sebelumnya tentang LTC dan PEPE—bahkan lebih ekstrem: ETF disetujui, identitasnya “dicuci” agar tampak lebih sah, tetapi di dalam jantungnya ia tetaplah sebuah meme. Ia tidak punya produk, tidak ada arus kas; naik-turun harga bergantung pada apakah komunitas masih antusias dan apakah Musk masih mengangkat topik itu. Jika sebuah koin lelucon diberi jas, ia tetap saja koin lelucon; orang yang memakai setelan pun tidak otomatis jadi ingin membelinya.
Lebih lagi, ia terus mengalami penerbitan tambahan (dilusi). Setiap tahun baru dicetak lebih dari lima puluh miliar unit, tanpa batas. Lelucon yang terus berputar butuh selalu ada pendatang baru untuk meneruskan momentum—itulah kelemahan terbesarnya.
DOGE membuktikan satu hal: di dunia kripto, “berwajah serius” belum tentu lebih bernilai daripada “terlihat menyenangkan”. #DOGE $DOGE