Saham teknologi sudah memasuki fase pencernaan valuasi, tetapi tidak akan secepat itu berubah menjadi fast bear satu arah.
Logikanya sederhana: pasar sulit membentuk konsensus trading yang sama dalam waktu singkat, dan dana utama maupun dana penjual (pemegang saham yang melepas) juga tidak akan membuat pasar mencapai konsensus yang seragam.
Biar saya mulai dulu dengan membentangkan pelindung: saya terus membahas cerita horor tentang gelembung AI, dan sejak awal saya bearish terhadap sektor teknologi di bursa AS.
Tapi meskipun ada penilaian itu, saya tidak merasa Nasdaq-100 akan langsung melaju menjadi fast bear satu arah.
Logika intinya sangat realistis: penurunan beruntun yang sangat cepat tidak sejalan dengan kepentingan bersama dana besar di bursa maupun pasar IPO.
Pertama, SPCX baru saja menembus harga penerbitan, dan masih ada antrean perusahaan AI kelas berat yang akan mengajukan dokumen.
SpaceX (kode SPCX) pada 15 Juli untuk pertama kalinya menembus turun harga penawaran IPO 135 dolar di intraday, dan pada penutupan hanya berhasil bertahan di 135,27 dolar; ini berarti penurunannya dari puncak 225,64 dolar pada 16 Juni sudah lebih dari 40%.
Sementara itu, OpenAI telah mengajukan S-1 secara rahasia pada 8 Juni, dan Anthropic lebih dulu langkah pada 1 Juni. Pasar memperkirakan kedua perusahaan ini paling cepat bisa melantai di pasar modal pada Q4, tetapi jadwal detailnya belum dipastikan.
Lingkungan penetapan harga IPO teknologi skala besar sangat terikat dengan sentimen pasar—jika indeks mengalami penurunan cepat yang beruntun, valuasi akan menyusut tajam, sehingga penetapan harga saham baru ke depannya cenderung terus turun; dan ukuran penggalangan dana perusahaan ikut menyusut.
Pihak penjamin emisi dan perusahaan penerbit sama-sama punya insentif untuk menjaga jendela pasar sekunder yang relatif stabil.
Kedua, dari sudut pandang dana utama (main fund) yang melepas saham, tidak ada order yang menahan (support) pada kondisi penurunan langsung menghantam ke bawah.
Investor ritel cenderung beli saat naik, bukan saat turun. Saat kepanikan muncul dan tekanan jual meluap, tidak ada orang yang mau masuk untuk menjadi penadah saham. Akhirnya, dana besar dengan posisi teknologi dalam jumlah besar pun tidak bisa langsung mencairkan secara bertahap, sehingga terpaksa tersangkut (terjebak kerugian).
Jadi dana utama pasti akan mengandalkan reli berulang yang bergerak sideways, lalu mendistribusikan posisi secara bertahap sedikit demi sedikit.
Dengan menggabungkan dua poin tersebut, kemungkinan terbesar pasar AS lebih condong ke kondisi sideways dengan penurunan pelan (volatile tetapi cenderung turun), lalu terjadi koreksi setiap kali—bukan langsung finish satu langkah ke bawah.
Salah satu kemungkinan alur skenario (bukan prediksi):
Dengan mengacu pada kondisi pergerakan terkini, jika S&P 500 berulang kali menguji level support teknis sekitar 7000, tidak menutup kemungkinan ia terlebih dahulu mencari support yang lebih dalam ke bawah, lalu memanfaatkan reli untuk pulih kembali mendekati area moving average kunci, dengan menyelesaikan distribusi (pembuangan) posisi melalui jendela reli.
Nasdaq-100 juga demikian: titik fokus teknis terkonsentrasi pada kekuatan penopang di sekitar garis moving average 50 hari dan titik low periode sebelumnya.
Setiap candle bullish bisa menjadi jendela bagi dana besar untuk mendistribusikan—itulah bentuk yang paling perlu diperhatikan dalam skenario sideways turun pelan.
Namun perlu diperhatikan satu variabel:
Saham karyawan awal SpaceX yang masih dibatasi (restricted) kemungkinan akan dilepas setelah laporan keuangan bulan Agustus, sehingga jumlah saham beredar akan meningkat secara signifikan.
Jika pelonggaran (release) ditambah sinyal perlambatan marjinal belanja modal AI (windows kunci: laporan keuangan Q2 Microsoft, Meta, Google, dan Amazon), skenario "gebrakan yang stabil dengan volatilitas moderat" berpotensi pecah dan berubah menjadi "setelah penurunan tajam lalu bergejolak".
Dengan memanfaatkan kondisi pasar saat ini, sekalian saya bedakan dua poin penjualan (sell) untuk keluar yang berbeda.
Pertama, titik keluar (exit) yang sudah direncanakan sebelumnya.
Sebelum masuk, tetapkan target: ambil profit 10% poin, atau gunakan moving average serta berbagai indikator teknis untuk menentukan posisi cut loss; pada titik yang sudah ditentukan, lakukan eksekusi tegas sesuai disiplin trading.
Ini termasuk strategi keluar secara proaktif, dan juga merupakan tindakan yang paling ideal.
Kedua, setelah memegang posisi lalu tiba-tiba kena penurunan tajam, seketika terjerumus ke kepanikan. Saran saya dalam kondisi seperti ini: jangan buru-buru memotong rugi di tempat (cut loss).
Sentimen panik pasar akan memperbesar tekanan jual lebih jauh; Nasdaq-100 bahkan bisa ditekan 2–3 poin dalam satu hari. Kecemasan dalam diri dengan mudah akan mendorong Anda menyerahkan posisi (melepas saham) di level rendah pada tahap tertentu. Keputusan cut loss yang dibuat secara emosional, kemungkinan besar menjual di harga lantai (bawah).
Pada saat seperti ini, strategi yang lebih mantap adalah menunggu dengan sabar satu putaran jendela reli, memanfaatkan pemulihan kondisi pasar untuk menyesuaikan posisi secara bertahap.
