Aset tradisional dan pasar kripto kini semakin sering muncul di platform perdagangan yang sama. Binance Futures TradFi adalah salah satu contoh perkembangan ini, yang memungkinkan pengguna yang memenuhi syarat untuk memperdagangkan perpetual futures yang terhubung dengan aset-aset pasar tradisional seperti logam mulia, komoditas, ETF utama, dan saham perusahaan individual.
Sekilas, idenya mungkin terlihat sederhana: cari aset yang sudah familiar, prediksi apakah harganya akan naik atau turun, lalu buka posisi.
Namun, pelajaran pemula yang paling penting adalah bahwa mengenali aset yang mendasarinya tidak berarti produknya sendiri itu sederhana.
Seorang trader mungkin memahami apa yang diwakili emas, Apple, NVIDIA, S&P 500, atau minyak mentah, tetapi tetap tidak memahami perpetual contracts, mark price, pembayaran funding, margin, leverage, atau likuidasi.
Karena itu, Futures TradFi memerlukan dua jenis pengetahuan yang berbeda: pengetahuan tentang aset tradisional dan pengetahuan tentang kontrak futures yang digunakan untuk tradingnya.
Apa itu Binance Futures TradFi?
Binance Futures TradFi terdiri dari kontrak futures perpetual yang mengikuti harga aset keuangan tradisional terpilih. Kategori yang tersedia dapat mencakup komoditas, logam mulia, eksposur pasar yang terhubung ETF, dan ekuitas individual. Contoh yang telah dibahas Binance termasuk emas, perak, minyak mentah, SPY, QQQ, Apple, Microsoft, dan NVIDIA.
Produk-produk ini adalah derivatif.
Saat seseorang trading kontrak perpetual TradFi yang terhubung dengan saham, mereka tidak sedang membeli satu lembar saham perusahaan tersebut. Mereka tidak menjadi pemegang saham, tidak mendapatkan hak suara, dan tidak memiliki langsung sekuritas yang mendasarinya.
Demikian pula, trading XAUUSDT tidak berarti pengguna memiliki emas fisik. Pengguna sedang trading kontrak yang diselesaikan dengan USDT dan dirancang untuk mengikuti pergerakan harga emas.
Pembedaan ini penting karena sebuah derivatif bisa berperilaku berbeda dari kepemilikan langsung.
Pemegang saham bisa memutuskan untuk menahan saham selama beberapa tahun tanpa menghadapi likuidasi hanya karena harganya turun. Namun, trader futures yang menggunakan leverage bisa saja posisi mereka dilikuidasi jika pasar bergerak cukup jauh ke arah yang merugikan dan margin yang tersedia menjadi tidak mencukupi.
Apa arti “perpetual”?
Kontrak futures tradisional umumnya memiliki tanggal kedaluwarsa. Kontrak futures perpetual tidak memiliki tanggal kedaluwarsa yang tetap.
Ini berarti seorang trader tidak perlu menutup posisi hanya karena tanggal settlement sudah tiba. Posisi dapat tetap terbuka selama trader mempertahankan margin yang cukup dan memenuhi persyaratan kontrak.
Namun, “tanpa masa kedaluwarsa” tidak berarti “tanpa biaya yang terus berjalan.”
Perpetual futures umumnya menggunakan pembayaran funding untuk membantu menjaga harga kontrak tetap terhubung dengan harga pasar yang mendasarinya. Bergantung pada tingkat funding dan posisi trader, trader dapat membayar funding secara berkala atau menerimanya.
Karena itu, funding dapat memengaruhi hasil sebuah posisi bahkan ketika harga aset yang mendasarinya tidak bergerak signifikan.
Trading yang tampak sedikit menguntungkan hanya berdasarkan harga entry dan exit bisa menghasilkan hasil yang lebih kecil setelah biaya funding, biaya trading, dan slippage dimasukkan.
Cara kerja posisi Futures TradFi
Seorang trader umumnya memilih antara dua arah.
Posisi long menyatakan pandangan bahwa harga kontrak mungkin naik.
Posisi short menyatakan pandangan bahwa harga kontrak mungkin turun.
Misalkan seorang trader mengharapkan emas menguat karena ketidakpastian ekonomi. Trader dapat membuka posisi long di XAUUSDT.
Jika harga kontrak naik setelah posisi dibuka, posisi long dapat menghasilkan nilai. Jika harga turun, posisi dapat mengalami kerugian.
Trader lain mungkin percaya saham tertentu sedang overvalued sebelum pengumuman pendapatan. Trader tersebut dapat membuka posisi short pada kontrak perpetual TradFi yang terkait.
Jika harga turun, posisi short dapat memperoleh nilai. Jika perusahaan melaporkan hasil yang lebih kuat dari perkiraan dan harga naik tajam, posisi short bisa kehilangan nilai.
Kemampuan untuk bertrading dalam dua arah ini memberi fleksibilitas, tetapi juga menciptakan risiko. Posisi short bisa mengalami kerugian cepat saat harga naik secara tak terduga, sementara posisi long bisa terdampak oleh penurunan mendadak.
Contoh leverage yang realistis
Pertimbangkan contoh edukasi yang disederhanakan.
Seorang trader memiliki 100 USDT yang tersedia sebagai margin dan membuka posisi emas terhubung 500 USDT menggunakan leverage 5x.
Trader mengendalikan posisi dengan ukuran lima kali lebih besar daripada margin yang disetor.
Jika kontrak naik 2%, keuntungan bruto pada posisi 500 USDT kira-kira 10 USDT.
10 USDT itu merepresentasikan kira-kira 10% dari margin awal trader sebesar 100 USDT.
Namun perhitungan yang sama juga berlaku ke arah sebaliknya.
Jika kontrak turun 2%, kerugian bruto juga akan kira-kira sekitar 10 USDT, sebelum biaya, pendanaan, dan slippage.
Pasar yang mendasarinya hanya bergerak 2%, tetapi efek pada margin yang disetor trader kira-kira 10%.
Inilah yang dilakukan leverage. Ini tidak membuat prediksi trader menjadi lebih akurat. Leverage meningkatkan efek finansial dari pergerakan harga terhadap modal trader.
Pada leverage 10x, pergerakan yang berlawanan sebesar 2% pada posisi dengan struktur serupa dapat menimbulkan kerugian setara kira-kira 20% dari margin yang disetor, sebelum biaya tambahan.
Harga likuidasi yang tepat tidak bisa dihitung hanya dari leverage. Hal ini juga bergantung pada faktor seperti harga entry, ukuran posisi, margin pemeliharaan, mode margin, saldo yang tersedia, biaya, dan kondisi akun lainnya.
Pelajaran pentingnya adalah leverage yang lebih tinggi memberi ruang yang lebih kecil bagi pasar untuk bergerak melawan posisi.
Mengapa trading TradFi 24/7 memerlukan perhatian khusus
Salah satu fitur yang paling khas dari perpetual Binance TradFi adalah kontrak futures dapat diperdagangkan secara terus-menerus meskipun pasar tradisional yang mendasarinya tidak.
Pasar mata uang kripto umumnya beroperasi terus-menerus. Pasar ekuitas dan komoditas tradisional memiliki sesi reguler, sesi diperpanjang, periode pemeliharaan, akhir pekan, dan hari libur.
Ini menciptakan tantangan penting: bagaimana kontrak perpetual harus terus diperdagangkan ketika pasar utama yang mendasarinya sedang tutup?
Binance menggunakan mekanisme Price Index dan Mark Price tertentu untuk perpetual TradFi. Pada periode trading normal, vendor data eksternal berkontribusi ke Price Index. Pada periode ketika pembentukan harga eksternal normal tidak tersedia atau likuiditas terbatas, dapat berlaku mode perhitungan yang berbeda, termasuk mekanisme berbasis order-book dan perataan (smoothed pricing).
Mark Price sangat penting karena platform futures umumnya menggunakannya untuk perhitungan risiko dan manajemen likuidasi, bukan hanya mengandalkan harga transaksi terbaru.k
Artinya, pemula harus memahami bahwa tiga harga tidak selalu sama:
Harga aset tradisional yang mendasarinya
Harga terakhir yang diperdagangkan pada kontrak perpetual TradFi
Mark Price kontrak
Saat jam aktif pasar tradisional, harga-harga ini mungkin tetap relatif dekat. Pada akhir pekan, hari libur, periode semalam, atau saat likuiditas terbatas, perbedaan bisa menjadi lebih terlihat.
Temuan produk utama saya
Setelah menelaah bagaimana Binance merancang perpetual TradFi, pengamatan produk yang paling penting adalah trading di luar jam kerja tidak boleh dianggap sekadar “waktu tambahan untuk trading”.
Ini bisa merepresentasikan lingkungan harga yang berbeda.
Saat pasar tradisional sedang buka, aset yang mendasarinya mendapat manfaat dari penemuan harga yang aktif di tempat utama perdagangannya. Saat pasar itu tutup, kontrak perpetual mungkin terus bereaksi terhadap aktivitas order-book Binance, ekspektasi pasar, instrumen terkait, dan mekanisme penetapan harga yang tersedia.
Itu tidak otomatis membuat trading di luar jam kerja menjadi tidak cocok, tetapi artinya trader harus lebih hati-hati terhadap likuiditas, spread, volatilitas, dan perbedaan antara harga perpetual dan harga pasar yang terakhir dikenal secara luas.
Kemampuan untuk trading kontrak yang terhubung saham pada akhir pekan terlihat nyaman. Pertanyaan yang lebih penting adalah apakah trader memahami bagaimana kontrak tersebut diberi harga saat pasar saham utama sedang tutup.
Binance sendiri memperingatkan bahwa perpetual TradFi dapat menghadapi risiko pasar yang tinggi dan volatilitas harga, terutama di luar jam pasar tradisional.
Skenario di luar jam kerja yang realistis
Bayangkan seorang trader mengikuti perusahaan teknologi yang sahamnya ditutup pada $200 pada hari Jumat.
Saat akhir pekan, muncul berita besar yang bisa memengaruhi perusahaan. Bursa saham utama perusahaan sedang tutup, tetapi kontrak perpetual TradFi terkait tetap terus diperdagangkan.
Para pembeli dan penjual mulai bereaksi terhadap berita tersebut. Kontrak perpetual bergerak ke level setara $208.
Ini tidak berarti bahwa saham aslinya pasti akan membuka persis di $208 pada hari Senin.
Saat pasar tradisional dibuka kembali, order institusional baru, pandangan analis yang diperbarui, likuiditas, kondisi pasar yang lebih luas, dan penemuan harga resmi dapat menghasilkan harga pembukaan yang berbeda.
Kontrak perpetual mungkin bisa mengantisipasi pergerakan dengan benar, bereaksi berlebihan terhadap berita, atau meremehkannya.
Maka trader yang masuk pada akhir pekan tidak sekadar trading harga saham resmi terakhir. Trader sedang trading ekspektasi pasar saat ini tentang di mana aset mungkin diberi nilai ketika likuiditas pasar tradisional yang lebih dalam kembali tersedia.
Ini adalah fitur yang berguna untuk mengekspresikan pandangan pasar, tetapi fitur ini memperkenalkan risiko basis, likuiditas, dan penyesuaian ulang harga yang mungkin luput dari perhatian pemula.
Price Index, Mark Price, dan last price
Last price adalah harga di mana trade terbaru terjadi.
Price Index adalah referensi yang dihitung, dimaksudkan untuk merepresentasikan nilai eksternal dari aset yang mendasarinya menggunakan input harga yang tersedia.
Mark Price adalah referensi manajemen risiko yang dirancang untuk mengurangi efek manipulasi jangka pendek atau pergerakan abnormal harga kontrak terhadap perhitungan profit, rugi yang belum terealisasi, dan likuidasi.
Seorang trader mungkin melihat harga terakhir bergerak tajam sementara Mark Price bergerak lebih tidak agresif. Sebaliknya, perubahan pada mode penetapan harga atau acuan yang mendasarinya dapat memengaruhi Mark Price bahkan saat trader hanya fokus pada chart candlestick yang terlihat.
Karena itu, hanya mengecek harga entry dan harga terakhir yang diperdagangkan tidak cukup. Trader futures juga harus tahu harga mana yang digunakan untuk menghitung risiko likuidasinya.
Memahami funding
Funding adalah mekanisme lain yang mungkin diremehkan pemula
Ketika kontrak perpetual diperdagangkan dengan premi atau diskon terhadap pasar referensinya, pembayaran funding dapat membantu mendorong harga kontrak agar tetap terhubung dengan aset yang mendasarinya.
Jika tingkat funding bernilai positif, pemegang posisi long umumnya membayar pemegang posisi short.
Jika tingkatnya bernilai negatif, pemegang posisi short umumnya membayar pemegang posisi long.
Tingkat funding bisa berubah.
Trader yang berencana mempertahankan posisi selama beberapa hari seharusnya mempertimbangkan tidak hanya perkiraan pergerakan harga, tetapi juga kemungkinan biaya untuk mempertahankan posisi.
Misalnya, seorang trader mungkin memprediksi dengan benar bahwa aset akan naik secara perlahan selama seminggu. Namun, pembayaran funding yang berulang, biaya trading, dan entry yang kurang presisi dapat mengurangi hasil akhir.
Funding tidak boleh dianggap sebagai detail kecil yang ditampilkan di dekat panel order. Funding adalah bagian dari struktur biaya transaksi.
Cross margin vs isolated margin
Mode margin dapat sangat memengaruhi risiko.
Dalam margin terisolasi, jumlah margin tertentu ditetapkan ke satu posisi. Potensi dampaknya lebih terkendali karena posisi tidak otomatis menggunakan seluruh saldo futures yang tersedia dengan cara yang sama seperti posisi cross-margin.
Dalam cross margin, margin yang tersedia dapat dibagikan ke berbagai posisi. Ini dapat membantu posisi tetap terbuka saat volatilitas sementara, tetapi juga bisa mengekspos bagian yang lebih besar dari saldo akun jika trading terus bergerak ke arah yang salah.
Tidak satu pun dari kedua mode menghilangkan risiko.
Margin terisolasi masih bisa hilang sepenuhnya jika posisi dilikuidasi. Margin cross dapat menempatkan lebih banyak modal akun berisiko.
Pemula seharusnya memahami mode margin yang dipilih sebelum mengirim order, bukan menyelidiki efeknya setelah pasar bergerak.
Apa yang menggerakkan harga perpetual TradFi?
Jawabannya tergantung pada aset yang mendasarinya.
Kontrak yang terhubung saham dapat bereaksi terhadap:
Laporan pendapatan perusahaan
Panduan pendapatan dan laba
Pengumuman produk
Perubahan manajemen
Perkembangan industri
Ekspektasi suku bunga
Keputusan regulasi
Sentimen pasar saham yang lebih luas
Kontrak yang terhubung komoditas dapat bereaksi terhadap:
Inflasi
Pergerakan mata uang
Suku bunga
Peristiwa geopolitik
Gangguan pasokan
Keputusan produksi
Permintaan industri
Kondisi cuaca
Laporan persediaan
Kontrak yang terhubung ETF dapat merespons pergerakan gabungan banyak perusahaan serta ekspektasi ekonomi yang lebih luas.
Ini berarti analisis teknikal saja mungkin tidak cukup memberi konteks. Sebuah chart dapat menunjukkan ke mana harga bergerak, tetapi berita dari pasar tradisional sering membantu menjelaskan mengapa harga bergerak.
Kesalahan umum pemula
Kesalahan pertama adalah mengira kontrak sama dengan kepemilikan.
Trading perpetual yang terhubung dengan Apple tidak berarti memiliki saham Apple.
Kesalahan kedua adalah menggunakan leverage tinggi karena aset yang mendasarinya terlihat kurang volatil daripada kripto.
Saham atau komoditas tidak perlu bergerak 20% dalam satu hari untuk menyebabkan kerusakan serius pada posisi yang sangat leveraged. Pergerakan kecil yang merugikan saja bisa berdampak besar pada margin.
Kesalahan ketiga adalah mengabaikan funding dan biaya.
Entri dan exit yang sering atau durasi penahanan yang lama dapat menciptakan biaya yang menurunkan performa.
Kesalahan keempat adalah trading berita besar tanpa rencana.
Laporan pendapatan, rilis inflasi, data ketenagakerjaan, dan keputusan bank sentral dapat menghasilkan perubahan harga cepat dan slippage.
Kesalahan kelima adalah menganggap akses 24/7 berarti likuiditas yang sama di seluruh minggu.
Kondisi trading bisa sangat berbeda antara jam aktif pasar yang mendasari dan di luar jam kerja.
Kesalahan keenam adalah hanya memperhatikan last price.
Mark Price sangat penting untuk memahami profit, rugi yang belum terealisasi, dan risiko likuidasi.
Siapa yang mungkin menganggap Futures TradFi bermanfaat?
Produk ini mungkin menarik bagi pengguna futures yang sudah berpengalaman yang ingin mengekspresikan pandangan tentang aset tradisional sambil menggunakan lingkungan trading yang sudah familiar dengan USDT.
Ini juga bisa berguna untuk trader yang sudah mengikuti komoditas, ekuitas, atau ETF pasar utama dan memahami bagaimana peristiwa ekonomi memengaruhi mereka.
Namun, produk ini mungkin tidak cocok untuk seseorang yang:
Tidak memahami leverage
Tidak bisa menjelaskan likuidasi
Tidak memiliki metode penentuan ukuran posisi
Menggunakan uang yang dibutuhkan untuk pengeluaran penting
Berdagang terutama karena kegembiraan di media sosial
Menganggap aset yang sudah dikenal otomatis aman
Enggan memantau pendanaan dan margin
Checklist untuk pemula sebelum membuka posisi
Sebelum trading kontrak perpetual TradFi, pengguna seharusnya bisa menjawab pertanyaan berikut:
Kontrak ini melacak apa sebenarnya?
Apakah saya trading derivatif atau membeli aset yang mendasarinya?
Apakah pasar tradisional yang mendasarinya sedang buka saat ini?
Apa itu Mark Price kontrak?
Leverage apa yang saya pilih?
Seberapa besar sebenarnya modal saya yang berisiko?
Apakah saya menggunakan margin terisolasi atau cross?
Di mana harga likuidasi perkiraan saya?
Kapan pembayaran funding berikutnya?
Peristiwa berita apa yang bisa memengaruhi aset ini?
Jika perdagangan salah, saya akan keluar di mana?
Apakah potensi kerugiannya dapat diterima sebelum saya menempatkan order?
Jika pertanyaan-pertanyaan ini tidak bisa dijawab, pengguna mungkin perlu edukasi tambahan sebelum membuka posisi.
Perspektif akhir
Binance Futures TradFi membangun jembatan antara pasar keuangan tradisional dan trading perpetual bergaya kripto.
Nilai v.luenya bukan sekadar karena aset yang bisa dikenali tersedia di platform kripto. Nilai yang lebih dalam adalah trader yang memenuhi syarat dapat mengekspresikan pandangan long atau short atas berbagai pasar global menggunakan kontrak perpetual yang diselesaikan dengan USDT, dengan akses berkelanjutan.
Namun fitur yang sama yang membuat produknya fleksibel juga menciptakan risiko utamanya.
Leverage memperbesar kerugian.
Funding memengaruhi biaya kepemilikan.
Likuidasi dapat menutup posisi secara otomatis.
Pasar tradisional tidak memberikan penemuan harga yang sama di setiap jam.
Kontrak perpetual tidak sama dengan aset yang dilacaknya.
Pendekatan yang bertanggung jawab adalah menganggap Futures TradFi sebagai produk derivatif terlebih dahulu, dan sebagai produk aset yang sudah dikenal kedua.
Sebelum trading, jelajahi bagian TradFi di Binance Futures, tinjau spesifikasi kontrak masing-masing, amati bagaimana Mark Price berperilaku di berbagai sesi pasar, dan pahami seluruh risiko posisi sebelum mengalokasikan modal.
Konten ini hanya untuk tujuan edukasi dan tidak merupakan nasihat atau rekomendasi keuangan untuk trading. Futures dan produk leverage mengandung risiko signifikan dan dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau total atas modal. Ketersediaan produk, spesifikasi kontrak, batas leverage, mekanisme penetapan harga, dan kelayakan dapat berbeda berdasarkan wilayah dan dapat berubah. Selalu tinjau informasi resmi Binance terbaru, lakukan riset independen, dan pertimbangkan pengalaman serta toleransi risiko Anda sebelum trading.
