Dalam panduan komprehensif ini, kita akan mengeksplorasi perbedaan antara berbagai jaringan blockchain seperti Ethereum, Polygon, Arbitrum, Optimism, dan Solana. Dunia mata uang kripto dan web3 memang menarik, namun bisa jadi sangat membingungkan bagi para pemula.
Dalam panduan komprehensif ini, kita akan mengeksplorasi perbedaan antara berbagai jaringan blockchain seperti Ethereum, Polygon, Arbitrum, Optimism, Solana, Polkadot, dan Cosmos, serta mendiskusikan kompatibilitas dompetnya.
Kami juga akan menjelaskan mengapa pengguna harus berhati-hati dengan blockchain yang mendasarinya saat mentransfer uang dari bursa terpusat (CEX).
Memahami Ethereum, Polygon, Arbitrum, Optimism, dan EVM
Ethereum adalah platform mata uang kripto terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar, dan mata uang aslinya adalah Ether (ETH). Ethereum memperkenalkan Ethereum Virtual Machine (EVM), yang memungkinkan pengembang untuk membuat dan menyebarkan aplikasi terdesentralisasi (dApps) dan kontrak pintar di jaringannya. Hasilnya, arsitektur EVM diadopsi secara luas di dunia kripto.

#Polygon , #Arbitrum , dan #Optimism adalah contoh solusi Layer 2 yang meningkatkan kemampuan jaringan Ethereum. Solusi-solusi tersebut menggunakan infrastruktur EVM yang sama, sehingga memungkinkan keduanya untuk terintegrasi dengan mudah dengan Ethereum dan berbagi alamat dompet yang sama. Jaringan berbasis EVM sering disebut "kompatibel dengan EVM," sehingga memudahkan pengguna dan pengembang untuk beralih di antara keduanya tanpa memerlukan alamat dompet baru.
Solana, Polkadot, dan Cosmos: Arsitektur Blockchain yang Unik
Solana, Polkadot, dan Cosmos adalah jaringan blockchain yang berbeda, masing-masing dengan arsitektur dan fitur yang unik. Tidak seperti jaringan yang kompatibel dengan EVM, mereka tidak berbagi alamat dompet yang sama.
Solana adalah platform blockchain berkinerja tinggi yang dikenal karena skalabilitasnya, biaya transaksi yang rendah, dan waktu pemrosesan yang cepat. Platform ini menggunakan mekanisme konsensus baru yang disebut Proof of History (PoH) dan memerlukan alamat dompet terpisah untuk memastikan kompatibilitas dengan jaringannya.
Polkadot adalah platform multirantai yang memungkinkan komunikasi lintasrantai dan interoperabilitas antara berbagai blockchain. Platform ini menggunakan algoritma konsensus unik yang disebut Nominated Proof-of-Stake (NPoS) dan memerlukan alamat dompet yang berbeda untuk mata uang aslinya, DOT.
Cosmos adalah platform multi-rantai lain yang berfokus pada interoperabilitas dan skalabilitas. Platform ini menggunakan kerangka kerja modular yang disebut Cosmos SDK dan mekanisme konsensus Byzantine Fault-Tolerant (BFT). Cosmos memerlukan alamat dompet terpisah untuk mata uang aslinya, ATOM.
Mentransfer Dana dari Bursa Terpusat (CEX)
Saat memindahkan dana dari bursa terpusat (CEX) ke dompet, penting untuk mengetahui jaringan blockchain yang mendasarinya.
Setiap jaringan memiliki fitur, biaya transaksi, dan waktu pemrosesan yang unik.
Sebelum mentransfer dana, pastikan Anda mengirimkannya ke alamat dompet yang benar yang kompatibel dengan jaringan masing-masing. Kegagalan untuk melakukannya dapat mengakibatkan hilangnya aset Anda.
Misalnya, jika Anda telah membeli Ether (ETH) di CEX dan ingin mentransfernya ke dompet Anda, Anda harus memastikan bahwa dompet Anda kompatibel dengan jaringan Ethereum.
Jika Anda secara tidak sengaja mengirim ETH Anda ke alamat dompet yang tidak kompatibel dengan EVM (misalnya, dompet Solana), Anda dapat kehilangan dana Anda.
Untuk menghindari kesalahan seperti itu, periksa kembali alamat dompet dan pastikan alamat tersebut kompatibel dengan jaringan mata uang kripto yang Anda transfer. Banyak dompet yang mendukung beberapa jaringan, tetapi Anda tetap harus memverifikasi kompatibilitas sebelum memulai transfer.
Tips untuk Mengelola Banyak Dompet dan Jaringan

Sebagai pemula dalam dunia mata uang kripto, Anda mungkin harus berurusan dengan beberapa dompet di berbagai jaringan. Berikut ini beberapa kiat untuk mengelola dompet dan aset Anda:
Gunakan dompet perangkat keras: Dompet perangkat keras seperti Ledger dan Trezor menyediakan lapisan keamanan tambahan dengan menyimpan kunci pribadi Anda secara offline. Dompet ini sering kali mendukung beberapa jaringan, sehingga memudahkan pengelolaan aset Anda di berbagai blockchain.
Tetap teratur: Catat alamat dompet dan jaringan terkait Anda. Gunakan label yang jelas dan pertimbangkan untuk menyimpan spreadsheet untuk melacak aset dan transaksi Anda.
Periksa ulang sebelum mentransfer: Selalu verifikasi bahwa alamat dompet yang Anda tuju kompatibel dengan jaringan yang mendasarinya. Luangkan waktu untuk memeriksa ulang alamat tujuan dan jaringan sebelum mengonfirmasi transfer apa pun.
Teliti pilihan dompet: Beberapa dompet mendukung beberapa jaringan, sehingga memudahkan pengelolaan aset Anda di satu tempat. Dompet seperti MetaMask, Trust Wallet, dan Exodus menawarkan kompatibilitas dengan berbagai jaringan, sehingga Anda dapat beralih di antara keduanya dengan mudah. ââTeliti pilihan dompet yang tersedia dan pilih salah satu yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda dan menawarkan tingkat keamanan yang Anda inginkan.
Tetaplah mengikuti perkembangan jaringan: Jaringan Blockchain terus berkembang, dengan solusi dan pemutakhiran baru yang diperkenalkan secara berkala. Tetaplah mengikuti perkembangan terbaru untuk memastikan Anda menggunakan praktik dan alat terbaik untuk mengelola aset Anda di berbagai jaringan.
Kesimpulan
Memahami hubungan antara alamat dompet dan jaringan blockchain sangat penting saat menyelami dunia mata uang kripto. Dengan mengetahui jaringan yang mendasarinya dan kompatibilitasnya, Anda dapat membuat keputusan yang lebih tepat saat mentransfer dana dan mengelola aset Anda.
Saat Anda menjelajah lebih jauh ke dunia web3 yang menarik, jangan ragu untuk menjelajahi jaringan dan solusi baru, tetapi selalu utamakan keamanan dan uji tuntas saat berurusan dengan aset digital. Tetaplah ingin tahu dan jangan pernah berhenti belajar saat Anda menjelajahi lanskap mata uang kripto dan teknologi blockchain yang terus berubah. #Binance #crypto2023

