Kemerosotan Ethereum (ETH) lebih dari dua kali lipat kerugian Bitcoin (BTC), sebagai indikasi berlanjutnya kelemahan relatif altcoin dibandingkan mata uang kripto terbesar.
Perbedaan ini mencerminkan pergeseran likuiditas menuju aset yang lebih stabil, karena investor terus memfavoritkan Bitcoin di tengah kehati-hatian pasar, sementara Ethereum menghadapi tekanan tambahan akibat melemahnya selera risiko dan turunnya momentum di sektor keuangan terdesentralisasi (DeFi).
Meski demikian, keunggulan relatif Bitcoin tetap menjadi faktor sementara yang dapat berubah ketika likuiditas kembali ke pasar altcoin, namun tren saat ini menegaskan bahwa Bitcoin masih memimpin pasar pada periode volatilitas dan ketidakpastian.
#EtherFallsTwiceAsHardAsBitcoin
Perbedaan ini mencerminkan pergeseran likuiditas menuju aset yang lebih stabil, karena investor terus memfavoritkan Bitcoin di tengah kehati-hatian pasar, sementara Ethereum menghadapi tekanan tambahan akibat melemahnya selera risiko dan turunnya momentum di sektor keuangan terdesentralisasi (DeFi).
Meski demikian, keunggulan relatif Bitcoin tetap menjadi faktor sementara yang dapat berubah ketika likuiditas kembali ke pasar altcoin, namun tren saat ini menegaskan bahwa Bitcoin masih memimpin pasar pada periode volatilitas dan ketidakpastian.
#EtherFallsTwiceAsHardAsBitcoin
