Ekosistem Bitcoin kembali menghadapi “persaingan jalur,” kali ini ada pihak yang ingin membuka pintu baru untuk Bitcoin.
Pada 17 Juli, Leonidas, salah satu pendiri Runestone, mengumumkan peluncuran klien Bitcoin open-source bernama DOG Mode, yang bertujuan untuk melewati pembatasan BIP 110 terhadap data non-keuangan, agar jaringan Bitcoin memiliki kapasitas tampung data yang lebih besar.
Sederhananya:
DOG Mode ingin membuat “jalan raya” Bitcoin membuka lebih banyak jalur, sehingga lebih banyak jenis data dapat lewat.
Saat ini, bobot maksimum transaksi standar Bitcoin sekitar 400.000, sedangkan DOG Mode berencana meningkatkannya menjadi 3.900.000, mendekati kapasitas total sebuah blok.
Sekaligus, mereka juga ingin menurunkan batas debu (dust) dari 546聪 menjadi 1聪, agar lebih banyak data dan aset bernilai kecil bisa beredar.
Leonidas menyatakan bahwa jika batas debu dihapus, kemungkinan sekitar 25 juta dolar AS dana menganggur dapat dilepaskan.
Tentu saja, hal ini juga memicu perdebatan di komunitas.
Arah BIP 110 adalah, dengan membatasi data non-keuangan melalui aktivasi soft fork oleh pengguna, perlu dukungan dari para penambang; sementara cara DOG Mode berbeda—ia tidak perlu mengubah aturan konsensus Bitcoin, melainkan menyesuaikan aturan penerusan (forwarding) pada node, supaya lebih banyak node dan penambang menerima bentuk transaksi baru.
Dalam bahasa yang lebih mudah:
BIP 110 seperti sedang mengubah “aturan lalu lintas” Bitcoin, sedangkan DOG Mode lebih seperti seseorang membuka jalur mobil baru sendiri—tinggal melihat apakah cukup banyak orang bersedia melaluinya bersama.
Para pendukung berpendapat, ini bisa melepaskan potensi aplikasi Bitcoin yang lebih besar, sehingga Bitcoin tak hanya menjadi “emas digital,” tetapi juga dapat menampung lebih banyak inovasi.
Sementara pihak yang menentang khawatir, perluasan berlebihan data non-keuangan dapat memengaruhi model desentralisasi dan keamanan Bitcoin dalam jangka panjang.
Sesungguhnya, sejak Bitcoin berkembang sampai hari ini, setiap kali ada kontroversi saat upgrade, di baliknya selalu ada satu masalah inti:
Bitcoin pada akhirnya hanya boleh berfungsi sebagai penyimpan nilai, atau harus menjadi infrastruktur blockchain yang lebih luas?
Bagaimana jawaban di masa depan, masih perlu diverifikasi bersama oleh pasar dan komunitas.
Namun yang bisa dipastikan adalah, persaingan dalam ekosistem Bitcoin tidak pernah berhenti.